2 Taw 7:1-3, terjadi…!

Pewahyuan yang kami catat dalam pelayanan di beberapa kota di Sumatera (2010). 

Ada beberapa cara Tuhan menyatakan pribadiNya kepada umatNya, lewat badai, angin, guntur/ petir, api, awan dan sebagainya. Hal ini sungguh kami rasakan dalam palayanan di beberapa kota yang Tuhan ijinkan untuk kami kunjungi dan layani dalam  rangka acara Seminar dan KKR  seorang hamba Tuhan dari luar negeri. Dalam pelayanan ini  kami bergerak  dalam kebersamaan sebagai sebuah tim. Saya dan beberapa teman pendoa syafaat tentunya berperan sebagai  penopang  dalam hal doa dan peperangan rohani.

Point paling utama kami dapatkan bahwa sebelum pelaksanaan acara, yang paling penting yang harus dibangun adalah kesatuan tubuh Kristus (Mazmur 133) . Berikutnya adalah meninjau kembali destinasi gereja/ jemaat dimana Tuhan ‘membuang’ kita (Yeremia 29). Ketika kedua hal ini sudah dipulihkan maka terjadilah terobosan dalam pelayanan yang berdampak pada  penjangkauan jiwa-jiwa dan kesejahteraan  kota.

Dalam doa-doa persiapan kami catat bahwa yang sangat menonjol dari berbagai pribadiNya yang akan Dia pakai sebagai tanda kehadiranNya dalam pelayanan ini adalah lewat Api. Sebagai peneguhan baca dari Yer 23:29a dan Kis 2:1-4. (Juga baca pewahyuan  pada tulisan ‘Thy Kingdom come’ di tahun 2010, kami tangkap tentang api dan terang). Tentang bagaimana polanya dan dari mana Dia memulai menyalakan api itu sangat jelas sebagaimana di nyatakan lewat Yeh 20:45-48.

Dari Yeh 20:45-48 kami menyadari bahwa Tuhan telah menyalakan api itu dari Selatan ke Utara, ini berarti Api itu sudah menyala di seluruh wilayah/pulau tersebut.

Namun, ketika mulai membangun mezbah bersama-sama dengan hamba-hamba Tuhan dan pendoa syafaat di kota setempat kami merasakan ada sesuatu yang masih belum berjalan sebagaimana gambaran yang diwahyukan dari Yeh 20:45-48. Kami berseru kepada Tuhan, biarlah Tuhan menyatakan hal apa yang masih harus kami lakukan agar gereja dan kota mengalami dan merasakan dan melihat api Tuhan. Kami terus berdoa siang malam sampai akhirnya kami dibukakan kisah Gideon merebut/memenangkan bangsa Midian (Hak 7: 13-22).

Ada beberapa hal yang bisa dicatat dari Hak 7 : 13-22, diantaranya yang kami kemukakan disini adalah :

  1. Gideon menyadari bahwa Tuhan telah memberikan kemenangan kepadanya.
  2. Sebagai respon Gideon menyusun strategi peperangan sbb :
    1. Mengatur pasukan
    2. Meniup sangkakala
    3. Membawa api /melibatkan Tuhan, ( walau saat itu masih ditutup buyung)
    4. Senantiasa mengandalkan Tuhan dan menyadari tanpa Tuhan dia tidak sanggup.

Dari hal diatas kami mendapat suatu pengertian :

  1. Kemenangan itu diperoleh bangsa Israel tanpa melalui proses berperang secara phisik (Tuhan sendiri yang berperang bagi mereka).
  2. Melihat api yang tiba-tiba mengepung mereka, bangsa Midian terkejut dan lari tunggang langgang, dikatakan dalam kebingungan bahkan pedang mereka saling menusuk satu sama lain.

Jadi, saat kita mengandalkan Tuhan dan saat Tuhan ada dipihak kita, tidak satupun dapat melawan kita. Sebagai orang percaya kita tahu bahwa dalam diri kita ada Roh Kudus yang menyertai kita, dengan kata lain setiap orang percaya sudah mempunyai api dalam dirinya. Pertanyaannya adalah mengapa api itu seakan tidak menyala? Mengapa musuh tidak melihatapi yang dalam diri kita?

Jawabannya adalah :  (Sesuai konteks Hak 7: 13-22) bahwa masih ada buyung-buyung yang masih menutupi api (suluh) kita.

Pertanyaan berikutnya : Dalambentuk apakah buyung-buyung yang menutupi api (suluh) kita?

Setelah melalui proses bertanya dan perenungan, kami diberi suatu pengertian bahwa buyung-buyung itu adalah roh-roh najis. Secara cepat kami diingatkan kepada firman Tuhan dalam Markus 7: 20 – 22. Dalam ayat tersebut dirincikan ada 13 macam hal yang keluar dari dalam dan menajiskan orang. Ke 13 macam roh najis itulah yang menjadi buyung dalam hidup kita, sehingga api yang ada dalam diri kita orang percaya/ gereja masih tertutupi atau tidak dilihat/dirasakan oleh kita dan lingkungan kita.

Apa yang harus kita lakukan?

Pecahkan buyung-buyung itu…!

 Pecahkan buyung-buyung ( ke 13 roh najis) dalam hidup kita..!

Sebagai pendoa syafaat kami mengambil posisi sebagai pengantara untuk memecahkan buyung di kota-kota yang kami layani. Kami melakukan tindakan profetik memecahkan buyung ( ke 13 roh najis) atas orang percaya/gereja dan kota.

Hasilnya?

Ada terobosan dalam roh karena firman itu berkuasa (Yes 55:11). Haleluya…

Api /terang itu muncul dan cahayanya menutupi kegelapan. Ada pentahiran dalam atmosfir rohani kota, yang berdampak dalam alam nyata, ada pemulihan dalam gereja dan kota. Gereja dan orang percaya dipulihkan, bersatu! Mal 4 : 6 terjadi. Hati bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak berbalik pada bapa-bapanya ,dst.. Karena api yang menyala itu membuat iblis lari tunggang langgang, oarng percaya/gereja mengalami kemerdekaan.

Tentu, tidak cukup dengan itu saja. Dalam urapan korporat yang dilepaskan Tuhan kepada para pendeta/gembala  di kota tersebut, ditambah dengan doa-doa terobosan dari tim doa serta  pujian penyembahan secara korporat  yang dinaikkan dengan hati yang hancur,  juga melalui  pembicara yang diurapi dalam seminar dan KKR  tersebut, Api Tuhan turun sehingga kota mengalami lawatan Tuhan.

2 Taw 7 : 1-3 terjadi..!

Ketika Api itu ada bersama kita, Api itu memurnikan kita. Firman Tuhan dalam Yer 23: 29 berkata : ” Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman Tuhan dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?”

Demikianlah firman yang hidup itu bekerja dalam diri kita, membaharui kita, memurnikan kita, memulihkan kita, menyadarkan kita atas segala kesalahan/pelanggaran kita dan membuat kita membenci / meninggalkan perbuatan dosa. Api itu membangkitkan semangat dan membakar gelora cinta kita kepada Dia.  Melalui doa yang  berkesinambungan dan pada waktu setiap orang percaya terus hidup dalam Firman dan terus memelihara Api itu tetap menyala di mezbah, maka kami percaya atmosfir kota dibersihkan/ditahirkan. Gereja dan kota mengalami pemulihan.                                                                                                                                                                                                                  2 Taw 7 : 14 digenapi. Amin

Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus, betapa dahsyat apa yang Tuhan percayakan pada kita, mari kita lakukan bagian kita sesuai talenta (mina) yang Tuhan berikan kepada kita.

Firman Tuhan katakan : Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. (Luk 19:10). Selanjutnya lagi dikatakan:  Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaKu yang baik; engkau telah setia dengan perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. (Luk 19: 16,17).

Segala kemuliaan dan hormat hanya bagi Dia yang layak memerimanya.

Tuhan Yesus memberkati.

April 2010.