Persiapan Peperangan Rohani

By : Rachel Iin Tjipto Wenas

Bahan Renungan : 1 Raja 18 : 20 – 46

Tujuan Peperangan Rohani bukan sekedar menjarah harta kekayaan, mendapatkan terobosan atas persoalan – persoalan kita. Tujuan Peperangan Rohani adalah mengambil dan membawa seluruh bangsa kepada Tuhan. Saat ini bangsa Indonesia sedang kehilangan arah dan tidak jelas arah tujuannya, sudah saatnya anak – anak Tuhan berdiri tegak dan menjadi orang yang membawa bangsa Ini kepada arah yang benar yaitu Tuhan Yesus sendiri.

Langkah – Langkah Persiapan Peperangan Rohani :

1. Membangun Mezbah ( I Raja 18 : 30) Sebelum masuk dalam peperangan rohani kita harus mempunyai mezbah.     

    Ada 3 hal yang berhubungan dengan Mezbah yaitu :

 a) Membangun hubungan dengan Tuhan.

b) Perjanjian à Kita adalah anak – anak perjanjian karena kita sudah di tebus oleh darah Yesus Kristus.

c) Selalu ada Tindakan Profetik. Setiap kota dibangun atas perjanjian.

 Contohnya : Kota Bekasi dibangun atas harta hasil rampokan. Bekasi dulunya adalah hutan dan tempat kumpulan para perampok. Sebelum pergi merampok para perampok mengadakan ritual. Ritual itu adalah Tari Jaipongan. Mereka menari dengan tujuan membuat orang yang akan dirampok tertidur lelap. Mereka menggunakan ajian sirep. Lewat tari jaipongan juga terjadi perjinahan, para perampok itu melakukan perjinahan dengan penari jaipongan. Sebelum melakukan peperangan kita harus mengerti sejarah kota itu. Tuhan katakan untuk melawan penguasa kota Bekasi : kita harus menabur banyak untuk kota bekasi karena bekasi dulu dibangun dari hasil rampokan dan kita melawan roh perjinahan lewat musik, pujian dan tarian. Jangan kaget kalau ada darah yang tertumpah, sebelum penjarahan jiwa – jiwa di Mahanaim ketika itu saya hamil anak ketiga, Tuhan ijinkan ketika dalam kandungan bayi itu sudah terkena Virus Tokso, Rubella. Para dokter yang memeriksa bingung karena di dalam kandungan bayi itu sudah terkena berbagai macam virus. Dan ketika bayi itu lahir, bayi itu tidak bisa bernafas, agar bisa bernafas harus dilubangi dilehernya seperti orang yang disembelih. Kalau tidak dilubangi maka bayi itu akan meninggal. Kemudian saya juga tidak bisa mengeluarkan air susu, walaupun sudah disuntik hormon. Maka bayi itu harus disusui oleh ibu – ibu dari berbagai suku bangsa. Dalam darah bayi itu mengalir darah dari berbagai suku bangsa. Sebulan kemudian bayi itu dipanggil pulang ke rumah bapa di surga, ketika upacara pemakaman saya berdoa dan memegang janji Tuhan, korban sudah dipersembahkan dan saya klaim janji Tuhan jarahan jiwa – jiwa dari berbagai suku bangsa dipersembahkan untuk Tuhan.

 Dalam mezbah ada harga yang harus dibayar. Kita harus berani menyerahkan nyawa kita untuk saudara – saudara kita (1 Yohanes 3 : 16). Peperangan Rohani itu real bukan sekedar teriak – teriak !

Tindakan Profetis (1 Raja 18 : 31 – 33)

Mendirikan Mezbah dengan 12 Batu à Melambangkan 12 Suku Israel. Menabur 12 Ember Air à Agar 12 Suku Israel mendapat air semuanya.

 Lembu à Melambangkan Kerja Keras. Kayu à Melambangkan Salib. Salah satu penguasa yang ada di Indonesia adalah Kelelawar, kelelawar ini menyerang gereja, yayasan kristen, anak – anak Tuhan, mereka memakan buah yang hampir matang. Kelelawar ini menyebabkan gereja, persekutuan, yayasan, anak – anak Tuhan menjadi stag tidak ada pertumbuhan. Buah yang dimakan kelelawar ini menjadi rusak. Didalam peperangan rohani kita tidak boleh tanya jawab dengan iblis dan kita juga tidak menjawab ya atau tidak pada iblis. Saya berdiri disini bukan karena kehendak saya tetapi karena kehendak Tuhan.

 Dalam peperangan rohani kita harus menggunakan otoritas. Didalam peperangan butuh kayu salib. Kuasa Api à melambangkan gelora atau semangat atau Roh Kudus. Kuasa Air à melambangkan hadirat Tuhan atau berada dalam hadirat Tuhan atau Firman Tuhan.

 2. Mengalahkan Iblis (1 Raja 18 : 40)

Dalam peperangan rohani ada kalanya menangkap, ada kalanya menyembelih iblis. Ada kalanya kita menggeser, memindahkan, mencabut. Ini tergantung dari level pertumbuhan rohani dan imanmu. Setelah menyembelih Iblis harus ditutup dengan perkataan positif atau nubuatan. Kita harus memperkatakan yang positif untuk keluarga, kota.

 Senjata Peperangan : Bahasa Roh Darah Yesus Firman Tuhan dan lain – lain.

 Setelah Peperangan Rohani, suatu daerah akan menjadi bersih ada jangka waktu tertentu dan waktu itu tergantung waktu yang ditentukan Tuhan.

 Contohnya : Pensacola dilawat Tuhan selama tujuh tahun. Wales dilawat Tuhan selama 50 tahun, kegerakan di Wales dimulai oleh seorang pemuda yang bernama Robert Evans. Robert Evans adalah seorang lulusan SD, ia mulai mencari Tuhan sejak usia 17 tahun. Didalam peperangan rohani dibutuhkan ketekunan. Setelah selesai berperang kita tidak boleh langsung istirahat melainkan kita harus ikat pinggang dan lari.

Hal – Hal Praktis : Kota Cirebon mempunyai latar belakang yang mirip dengan Kota Bekasi. Ketika kami berdoa untuk kota Cirebon, salah seorang pendoa syafaat melihat keraton dan keraton itu dijaga ketat oleh prajurit. Keraton itu bisa ditembus melalui musik, pujian dan tarian. Tuhan katakan akan ada pemulihan musik, pujian dan tarian di kota Cirebon.

Peralatan Tarian :

Untuk Pria Banner Kecil : Untuk Pertahanan dan untuk mengacaukan iblis. Banner Besar : Untuk Otoritas atau Perintah. Banner Besar dengan gambar Kecapi à Artinya Mari Memuji Tuhan à Khusus untuk Pemimpin Pujian. Banner Besar dengan gambar Mahkota à Artinya Datanglah KerajaanMu Tuhan. Flag à Artinya aku tancapkan atau daerah ini milik Tuhan. Panji-Panji : Menangkal serangan untuk suasana yang berat, seperti menyerukan nama Tuhan. Arrow : Panjang & Lebar à warnanya berbeda-beda. Wings : Sepasang à Naik terbang tinggi bersama Tuhan. Untuk Wanita Rebana : Untuk mengacaukan konsentrasi musuh-musuh. Arrow : Lebih Pendek & Lebih ramping, transparant. Twirling : Sepakat & Pesta. Kipas : Membangkitkan gelora atau semangat. Tambourine : Mengacaukan konsentrasi musuh. Flowering : Cinta atau mempelai Kristus. Selendang : Air atau Firman Tuhan atau Hadirat Tuhan atau Tudung.

Arti Warna : Kuning : Iman Hijau : Pertumbuhan Rohani Ungu : Kemuliaan Perak : Tahan Uji Emas : Kemurnian Pink : Kelembutan Merah : Cinta/Gelora Cinta Coklat : Kehambaan Biru : Kesetiaan Putih : Kebenaran Tembaga : Penghukuman untuk Iblis.

4 Wajah :

1. Lembu : Korban

2. Rajawali : Mengalir bersama Roh Kudus/Pelihat

3. Singa : Roh Nubuat/Proklamasi/Mengaum

 4. Manusia : Kemanusiaan/Butuh Pimpinan Tuhan

 

sumber :generasi yoel