INDONESIA, bagiMu TUHAN

Indonesia negeri kita tercinta memiliki sejarah perjuangan yang sangat panjang dan menarik. Letaknya yang sangat strategis yaitu berada diantara dua benua besar dan dua samudera besar, Indonesia menjadi tempat perlintasan yang sangat ramai dilalui kapal-kapal baik pedagang maupun utusan-utusan kerajaan yang ada di setiap zamannya.

Kita lihat catatan sejarah Indonesia dari sejak zaman pra kerajaan Sriwijaya (Nusantara 1) sampai kepada zaman kerajaan Majapahit (Nusantara 2) hingga kini di era Indonesia apa adanya sekarang begitu banyak catatan penting dan menarik tentang Indonesia.

Kita bangga menjadi orang Indonesia, sebagai orang percaya yang mengerti kebenaran firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab kita tahu bahwa rencana Tuhan sangat indah dan sangat besar untuk Indonesia.

Semua hal tentang Indonesia memiliki pengertian rohani yang sangat dalam, dan akhirnya kita tahu Tuhan lah yang mendirikan Indonesia untuk maksud dan rencanaNya yang mulia. Mulai dari nama Indonesia, bendera sang saka merah putih, lambang burung garuda, lagu kebangsaan Indonesia Raya dan nilai-nilai yang terkandung dalam dasar-dasar Negara yaitu Pancasila dan UUD’45 semuanya selaras dengan nilai-nilai firman Tuhan dan sarat dengan makna profetik.

Mari kita lihat satu persatu:

Dari asal katanya kita dapat mengerti arti Indonesia.  Kata ‘Indonesia’ berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti “Hindia” dan kata dalam bahasa Yunanii nesos yang berarti “pulau”. Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia. Dulu dunia barat menyebut wilayah Persia sampai ke China sebagai Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan di Asia Tenggarayang memiliki 17.504 pulau besar dan kecil. Dengan kata lain, Indonesia merupakan Negara kepulauan ( pulau-pulau yang bersatu / kesatuan pulau-pulau).  Banyak Firman Tuhan yang berbicara tentang bangsa di pulau-pulau, dimana mengacu kepada jumlah pulau     terbanyak nya  maka orang berkesimpulan bahwa itu adalah Indonesia. Diantaranya Yes 41:1-5 , dalam ayat ini Tuhan menyampaikan firman kepada pulau-pulau, bahwa Dia bangkitkan seorang pembebas dari timur.

 

  • Bendera Sang Saka Merah Putih.

                                                                                                                                                                    Kita tahu bendera merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menyatakan identitas dari suatu bangsa. Bendera atau panji kerap digunakan sebagai alat untuk menyatakan kebesaran /kebanggaan, atau sebagai ungkapan pernyataan tentang pedoman atau naungan hidup bagi seseorang/ lembaga.

Warna bendera Indonesia adalah merah dan putih. Kita tahu bahwa warna merah mengandung makna yang sangat dalam. Merah berarti penebusan, darah Yesus, gelora cinta, pembebas, menghapus dosa, dll.

Warna putih berarti suci/kekudusan, tulus, mempelai kristus, kebenaran.

Kedua warna itu sangat kental maknanya dan jika dikaitkan sangat erat hubungannya dengan nilai-nilai karya Tuhan Yesus diatas kayu salib.

Tambahan :

Ada hal yang sangat menarik dari sebuah pewahyuan yang penulis kutip  dari edaran dalam sebuah pertemuan di JHOPFAN (Jerusalem House of Prayer For All Nations) tentang makna profetik banner/bendera bangsa-bangsa. Dikatakan bendera Indonesia berarti TUHAN ADALAH KESELAMATANKU (THE GOD IS MY SALVATION).

Mereka gambarkan secara spesifik makna bendera Indonesia (merah putih) sebagai berikut :

  1. Sheltering (Tempat berlindung/ naungan/perumahan)
  2. Liberating (Membebaskan)
  3. Anointing (Pengurapan/urapan)
  4. Pardon (Pengampunan )
  5. Securing (Terjamin/aman/kukuh/teguh)
  6. Cleansing (Membersihkan)

Dari makna warna merah putih diatas kita tahu bahwa Tuhan lah yang menetapkan bendera Indonesia (dan warnanya). Dia ciptakan untuk menggenapi nubuatan-Nya atas Indonesia untuk maksud menyelamatkan dan menjadikan Indonesia sebagai tempat berlindung, membebaskan, pengurapan, pengampunan, jaminan, dan membersihkan/mentahirkan bangsa-bangsa.

(baca juga “Dibalik Warna Bendera Indonesia” pada kategori Teropong).

 

  • Lambang Negara (Burung Garuda)

Kita tahu burung garuda adalah jenis burung buas yang sudah punah. Sebenarnya banyak yang meragukan bahwa burung ini pernah ada secara nyata.  Diduga bahwa burung ini hanyalah mahkluk khayalan yang divisulisasikan sebagai perwujudan dari kerinduan pendiri bangsa ini agar bangsa ini menjadi bangsa yang kuat, tangguh, jaya, menjadi yang terbaik mengatasi semua bangsa, sebagaimana spirit yang diduga terkandung dalam burung ini.

Dan walaupun secara pengertian awam bahwa burung lambang Negara tersebut adalah burung yang tidak nyata (spiritual), namun Tuhan dapat memakainya untuk menggenapi dan melaksanakan firman-Nya, rencana-Nya, kehendak-Nya.

Namun firman Tuhan mencatat dengan jelas dalam Yes 46:8-13 (penekanan di ayat 11) :

  • “… yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang melaksanakan keputusan-Ku dari negeri yang jauh. Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya..”

Dalam konteks ini sebagai lambang Negara tentu saja ‘burung buas dari timur’ yang dimaksud adalah Indonesia, yang notabene di dalamnya ada saya dan Saudara, kita gereja-Nya, umat tebusan-Nya di Timur.

  • Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Lagu kebangsaan Indonesia Raya  diciptakan/digubah oleh Wage Rudolf Soepratman. Beliau adalah seorang yang cinta Tuhan. Sebagai lagui kebangsaan lagu ini merupakan  salah satu lagu yang wajib dihafal dan dinyanyikan oleh setiap warga Negara Indonesia. Dari liriknya kita dapat lihat bagaimana lagu ini sarat dengan doa dan harapan. Salah satu doanya adalah agar putra-putrinya, rakyatnya, tanahnya,  bangsanya semuanya selamat.

  • Dasar Negara Indonesia, Pancasila dan  UUD’45

Sebagai warga Negara yang telah mengenyam pendidikan tingkat dasar dan menengah kita mengetahui bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam dasar Negara kita adalah nilai-nilai luhur budaya yang dianut nenek moyang bangsa Indonesia yang syarat dengan nilai rohani yang terkandung dalam Alkitab.

Sehubungan dengan begitu gencarnya pernyataan-pernyataan dan nubuatan yang disampaikan hamba-hamba Tuhan baik dalam dan luar negeri bahwa di akhir zaman Tuhan bangkitkan Negara besar dari Timur yang akan dipakai-Nya memberkati bangsa-bangsa diseluruh dunia. Dan berkaitan dengan acara World Prayer Assembly (WPA) 2012 dimana Indonesia menjadi tuan rumah. Mari kita memahami/mengerti tentang Indonesia dari sudut pandang Tuhan/dari blueprint nya Tuhan. Mengenal Indonesia dari sisi rancangan dan kehendakNya ditangkap dari Roh dan kebenaran firman-Nya.

Sehingga kita akan dimampukan dan diberi-Nya kekuatan untuk mengandung dan melahirkan  Indonesia baru. Mari kita siapkan diri kita sejak sekarang, agar kehendak Tuhan itu bergerak melalui doa-doa kita pendoa Indonesia. Mari kita bangun atmosfir doa yang pekat atas Indonesia, atas setiap pribadi, keluarga, gereja Tuhan, di tiap rt/rw, kecamatan, kabupaten, provinsi seluruh Indonesia.

Kegerakan doa yang dimulai dari riak-riak kecil, yang menimbulkan gelombang doa, yang terus bergerak bergulung-gulung, kian lama kian besar, yang akhirnya menjadi ‘tsunami’  doa yang menyapu bersih atmosfir Indonesia.

Kita juga berdoa untuk acara WPA 2012 agar benar-benar Tuhan yang himpunkan  dan menarik wakil-wakil dari bangsa-bangsa untuk datang ke Indonesia  bersama-sama dengan kita merendahkan diri dan menaikkan seru doa kepada Tuhan.

Sehingga pada hari dan saatnya Indonesia baru dilahirkan. Indonesia yang melahirkan bangsa-bangsa. Yes 49:18-21 akan digenapi.

Bangsa-bangsa akan mengenal dan menerima Juru Selamatnya. Dan mengenal Tuhan nya Abraham, Ishak dan Yakub, dan mereka  akan memanggil dan menyembah  Dia dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

 

Ini waktunya menaruh segala sesuatu dalam formasi aslinya, sesuai rencana dan kehendak-Nya. Ini waktunya meluruskan dan memulihkan destinasi Indonesia.