Dari Yerusalem Ke Ujung Bumi Dan Akan Kembali Ke Yerusalem

Oleh: Petrus Agung

 

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Kisah Para Rasul 1:8

Itulah kalimat terakhir yang Yesus katakan sebelum terangkat ke sorga dan perkataan itu ternyata bukan sekedar pengalaman baptisan Roh Kudus, namun ternyata itu suatu Kegerakan Roh yang sangat dahsyat. Bermula dari kamar loteng Yerusalem, maka perjalanan gelombang kegerakan itu dengan getar kekuatan yang hebat menjalar melewati dimensi waktu dan ruang, selama beberapa abad benar-benar melesat ke seluruh penjuru dunia. Gelombang itu menggulung begitu banyak ketidakpercayaan dan dosa dalam hati manusia.

Hari ini sudah 2000 tahun gelombang itu bergulung dan telah mencapai ujung dunia. Itu berarti gelombang itu akan segera bergulung balik dan saat bergulung balik inilah gelombang kegerakan ini akan bergerak dengan kekuatan dan kecepatan yang sangat dahsyat. Dari ujung bumi akan terus kembali ke Yerusalem. Dimana api untuk gelombang itu bergerak, di situ akan membuat gelora cinta kepada Yesus memuncak dengan dahsyat. Hati orang dibalikkan kepada Bapa dan gelombang itu akan menghantar Yesus datang kembali.

GERBANG TIMUR – GOLDEN GATE

Nubuatan Alkitab menyatakan bahwa Yesus saat kembali ke dunia untuk memulai kerajaan 1000 tahun-Nya akan masuk melalui Gerbang Timur atau yang dikenal dengan nama Golden Gate.

“Beginilah firman Tuhan ALLAH: Pintu gerbang pelataran dalam yang menghadap ke sebelah timur haruslah tertutup selama enam hari kerja, tetapi pada hari Sabat supaya dibuka; pada hari bulan baru juga supaya dibuka. Raja itu akan masuk dari luar melalui balai gerbang dan akan berdiri dekat tiang pintu gerbang itu. Sementara itu imam-imam akan mengolah korban bakaran dan korban keselamatan raja itu dan ia akan sujud menyembah di ambang pintu gerbang itu, lalu keluar lagi. Dan pintu gerbang itu tidak boleh ditutup sampai petang hari.” Yehezkiel 46:1,2

Tuhan Yesus juga menyatakan bahwa saat Dia datang kembali akan seperti kilat yang memancar dan melontarkan cahayanya dari TIMUR.

“Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.” Matius 24:27

Pertanyaannya adalah DIMANA DI TIMUR YANG JUGA ADALAH UJUNG BUMI? Kalau kita mengacu pada peta rohani yang dibuat oleh Tom Hess, maka nyata sekali bahwa bagian terujung dari Gerbang Timur atau Golden Gate dimana secara antropologis penduduknya paling tertinggal adalah ujung paling timur Indonesia yaitu Papua.

Itu berarti kegerakan yang berupa gelombang lawatan yang paling dahsyat sebelum Yesus datang kembali akan dimulai dari Indonesia. Gelombang lawatan itu akan begitu dahsyat bergulung-gulung balik ke Yerusalem dan akhirnya membuka suatu jalan raya bagi Raja di atas segala raja untuk masuk ke Golden Gate. Benarkah Indonesia? Mengapa tidak.

INDONESIA DALAM NUBUATAN

Tahukah saudara bahwa Indonesia ada dalam nubuatan Alkitab?

“Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu.” Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau. TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya. Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap. Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga. Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.” Yesaya 42:9-16

Mungkin saudara bertanya mananya yang Indonesia? Ada beberapa indikasi yang sangat kuat, bahwa inilah Indonesia kita:

  • -Berkali-kali ayat-ayat ini bicara tentang pulau-pulau. Tidak ada Negara kepulauan dengan jumlah pulau terbanyak dan jumlah penduduk lebih dari 200 juta seperti Indonesia.
  • Pulau-pulau itu didiami oleh bani Kedar. Kita mengerti bahwa Kedar adalah anak Ismael. Kita hidup di tengah-tengah mereka bukan? Tidak ada Negara kepulauan dengan jumlah Kedar terbanyak selain kita. Bahkan secara spesifik Alkitab bicara tentang desa-desa dan kita tahu sebagian besar masyarakat kita masih tinggal di pedesaan.
  • Ujung bumi. Nubuatan ini juga menyebut ujung bumi. Kita sudah membahasnya bahwa ujung bumi yang di Timur adalah Indonesia.

Gabungan dari ketiga unsur tadi cuma menunjuk pada satu titik yaitu Indonesia. Tidakkah kita menyadari betapa besar peran Negara kita sebagai titik awal dari kegerakan dan lawatan Roh Kudus di akhir jaman? Jika lawatan Tuhan bisa terjadi di sini, maka dalam waktu singkat kegerakan itu akan menjalar dengan cepat ke seluruh dunia. Pada masa itulah bangsa ini akan mengalami perubahan dan pembalikan keadaan. Akan ada tarian di jalan-jalan, akan ada pertobatan besar-besaran, hati bangsa ini akan berbalik pada Tuhan secara besar-besaran sehingga tangan Tuhan akan dikedangkan memberkati dan kita akan jadi bangsa yang menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain juga.

NEGARA YANG DINAUNGI MAUT

Beberapa tahun lalu, seorang anak yang saat itu baru berusia 11 tahun dibawa Tuhan selama berhari-hari melihat sorga, neraka dan masa antikris. Salah satu yang Tuhan tunjukkan adalah, beberapa kota dan negara yang langsung di bawah kendali Lucifer. Tempat-tempat itu adalah: Rusia, India, New York, Hongkong, Singapura, Pilipina dan Papua Nugini. Jika kita melihat itu, maka 3 tempat yang terakhir terasa aneh sekali. Aneh karena ada kota-kota yang kelihatan lebih demonic dan jahat sebenarnya dari ketiga kota tersebut. Namun nyatanya ketiga kota (tempat) itu yang juga justru dikendalikan oleh Lucifer sendiri. Mengapa? Jawabnya sederhana, sebab ketiganya dapat dikatakan menempel pada Indonesia, dan menciptakan sebuah lengkung tudung di atas Indonesia. (Lihat gambar di bawah).

Tidak perlu menjadi seorang ahli strategi militer untuk mengerti bahwa itu bentuk pengepungan secara roh. Setan jelas bermaksud mengurung Indonesia, sebab rupanya dia juga tahu akan datangnya awal kegerakan rohani global dari Indonesia.

Maka ditutupinya kita dengan tudung hitamnya, supaya kegerakan yang kelak terjadi tidak menjalar ke mana-mana. Dan tentu tudung itu akan terus menekan dengan tujuan mematikan api Tuhan atas Indonesia.

Dalam sejarah perjalanan bangsa kita betapa tudung gelap itu telah menimbulkan pengaruh yang begitu mengerikan. Materialistis begitu kental, sehingga demi uang orang rela berbuat apa pun, bahkan dengan pembodohan yang terus berlangsung, betapa banyaknya kekayaan Negara yang digadaikan. Sementara roh izebel juga menjalar dengan kuat. Para penguasa bertindak sangat kejam terhadap rakyat, seperti terhadap Nabot. Juga betapa saratnya kita dengan kekerasan, nyawa seakan tak ada artinya. Orang dengan gampang merenggut nyawa orang lain. Akankah kita biarkan tudung maut ini merusak kita? Akankah kita berdiam saja dan akhirnya api kegerakan itu tidak pernah membesar dan jadi?

Apa yang harus kita buat?

METUSALAH

Tuhan Yesus menyatakan, bahwa kedatangan-Nya kelak seperti jaman Nuh.

“Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” Matius 24:37

Banyak yang tidak menyadari bahwa jaman Nuh itu puncaknya adalah air bah, dimana bumi ditenggelamkan dengan air bah karena dosanya. Namun sebenarnya hampir 1000 tahun sebelumnya Tuhan sudah peringatkan mereka. Itu terjadi saat Henokh memiliki seorang anak yang kemudian diberi nama Metusalah. Ternyata ini adalah nama profetis. Karena nama Metusalah artinya: saat dia mati air bah akan datang.

Cobalah saudara hitung, maka ajaib sekali tepat di tahun yang sama Metusalah mati, air bah itu benar-benar datang. Namun nama Metusalah juga punya arti yang lain, yaitu A MAN OF WEAPON atau ORANG YANG MEMEGANG SENJATA. Dan ini benar sekali. Pada masa itu, orang tinggal dalam lingkungan masyarakat dan berkelompok.

Kelompok-kelompok masyarakat ini memiliki satu orang yang memegang lembing, yang bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan warganya. Selama orang ini berjaga-jaga dengan baik, masyarakatnya akan tenang dan terbebas dari ancaman kelompok lain. Namun jika penjaga ini lalai atau meninggal dunia, desa itu biasanya akan diserbu dan dijarah oleh desa lain atau musuh. Kisah tentang Metusalah ini juga berkata bahwa jika tidak ada yang menjadi PENJAGA KOTA atau PENJAGA BANGSA, maka musuh akan menyerbu dengan ganas.

Bukankah pola seperti itu juga amat nampak dalam Kitab Hakim-hakim? Setiap kali Hakimnya meninggal, maka tak lama kemudian bangsa itu akan murtad dan datanglah musuh menindas umat Tuhan. Saat mereka bertobat maka jawaban Tuhan atas pertobatan mereka adalah: MEMBANGKITKAN LAGI METUSALAH ATAU PENJAGA BANGSA.

Bagaimana dengan Indonesia? Di satu sisi rencana-Nya begitu ajaib atas bangsa ini, Api Tuhan ini harus jadi SULUH DALAM GELAP. Namun di sisi lain ancaman setan terlalu nyata dan mengerikan. Mereka terus berupaya menghancurkan bangsa ini. Bangsa ini butuh Metusalah-Metusalah. Bangsa ini butuh PARA PENJAGA DESA, PENJAGA KOTA DAN PENJAGA BANGSA, yakni orang-orang yang dengan selengkap senjata Allah rela berdiri bagi bangsa, mempertahankannya dari serangan si jahat dengan doa-doa dan salurkan belas-kasihan Tuhan bagi sekitar. Bangsa ini butuh PENJAGA BANGSA. Bangsa ini BUTUH SAUDARA.

Maukah saudara bangkit dan berdiri bagi lebih dari 200 juta penduduknya? Maukah saudara mengawal Api kegerakan supaya makin besar? Maukah saudara dengan senjata rohanimu terus berperang sampai tudung maut setan terkoyakkan? Bangsa ini BUTUH SAUDARA.

( sumber :eastlightning)

One thought on “Dari Yerusalem Ke Ujung Bumi Dan Akan Kembali Ke Yerusalem

Comments are closed.