Doakan Pemimpin Gereja

Oleh: C.Peter Wagner

Doa syafaat (intercessory prayer) merupakan doa yang dipanjatkan untuk kepentingan orang lain. Sesuai dengan asal katanya (bahasa Latin) inter yang berarti antara dan cedere yang berarti pergi, maka inter-cessory (syafaat) berarti pergi atau berdiri di antara dua pihak atau dengan kata lain berdiri di antara Allah dan pihak lain (orang yang didoakan).

E.M. Bounds dalam bukunya Kuasa Melalui Doa (Power through Prayer) dan Senjata Doa (The Weapons of Prayer) menyatakan pengkotbah memerlukan doa lebih daripada paru-paru memerlukan udara dan pengkotbah harus berdoa serta pengkotbah harus didoakan. Billy Graham dari Campus Crusade yakin banyak orang yang berdoa untuknya dan mengatakan tanpa mereka (pendoa syafaat) tidak mungkin dia dapat bertahan dalam penginjilan.

Salah satu contoh doa syafaat dapat dibaca lengkap di kitab 1 Samuel 7:2-14. Sewaktu orang Filistin mendatangi orang Israel, maka ketakutanlah orang Israel dan berkata pada Samuel, “Janganlah berhenti berseru pada Tuhan, Allah kita, supaya Ia menyelamatkan kami dari tangan orang Filistin.” Dan ketika Samuel berseru pada Tuhan, maka Tuhan menjawab dia. Tuhan mengirimkan guntur atas orang Filistin dan mengacaukan mereka. Orang Israel pun memukul mereka kalah. Tuhan Yesus juga merupakan pendoa syafaat yang paling luar biasa (par excellence). Doa Tuhan Yesus untuk murid-murid-Nya dapat dibaca di Yohanes pasal 7.

Empat Jenis Syafaat :
1. Syafaat Umum
Syafaat untuk memenuhi permohonan doa orang banyak. Syafaat ini memerlukan daftar doa dan dapat memakan waktu berjam-jam dalam berdoa. Contoh : Doa syafaat untuk umat gereja.

2. Syafaat Krisis
Syafaat dilakukan pada saat-saat dan sasaran tertentu yang bisa untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Contoh : Doa untuk KKR tahun 1996.

3. Syafaat Pribadi
Syafaat yang dilakukan secara teratur dan intensif untuk orang-orang tertentu. Contoh : Doa untuk pendeta.

4. Syafaat Peperangan
Syafaat untuk merobohkan benteng-benteng pertahanan Setan (bersifat teritorial). Syafaat ini berisiko fatal dan hanya orang-orang yang terpanggil yang dapat melakukannya. Contoh, doa untuk kota Jakarta.

Mengapa pendeta perlu didoakan?
Semua orang perlu didoakan, namun para pendeta perlu diprioritaskan karena posisinya yang strategis merupakan sasaran utama peperangan Setan. John Vaughan dari International Mega Church Research Centre dan Southwest Baptist University dalam penerbangannya dari Detroit ke Boston memperhatikan orang yang duduk dihadapannya menundukkan kepala dan menggerakkan bibirnya seperti berdoa. Setelah selesai, John bertanya, “Saudara Kristen ?” Orang tersebut tidak mengetahui bahwa John seorang gembala dan menjawab, “Oh, bukan. Saudara salah duga. Saya bukan Kristen, tetapi saya pengikut setan!” John bertanya apa yang didoakannya sebagai pengikut setan. Orang itu bertanya,”Saudara ingin tahu?” Dan ketika John mengiakan, pengikut setan itu menjawab,”Perhatian utama saya terarah pada kejatuhan para pendeta Kristen dan keluarga mereka yang tinggal di New England.” Bayangkan jika pengikut setan setiap hari berdoa (mengutuk) pendeta, maka umat Kristen pun perlu juga berdoa untuk pendeta mereka agar tidak dikalahkan setan.

Beberapa alasan mengapa pendeta perlu didoakan :
1. Pendeta mempunyai tanggung jawab yang lebih banyak.
Dalam Yakobus 3:1 tertulis Saudara-saudaraku, janganlah banyak di antara kamu mau menjadi guru, sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.

2. Pendeta lebih rawan terhadap pencobaan.
Semakin tinggi Saudara memanjat tangga kepemimpinan Kristen, semakin tinggi pula tempat Saudara dalam target Iblis.

3. Pendeta lebih diincar dalam peperangan rohani.
Beberapa tahun terakhir ini para pengikut setan, penyihir, dukun, dan hamba-hamba kegelapan mempunyai kesepakatan untuk berdoa kepada Setan agar menghancurkan perkawinan para pendeta dan pemimpin Kristen.

Mengapa pendeta Saudara tidak meminta Saudara berdoa untuknya?
Peter Wagner menjelaskan ada lima alasan mengapa hal tersebut terjadi :
1. Kelalaian
Para pendeta tidak melihat pentingnya doa syafaat dan bahkan mungkin menganggap hal tersebut tidak Alkitabiah.

2. Individualisme
Para pendeta menganggap dirinya sudah cukup mandiri dan kuat.

3. Ketakutan
Para pendeta takut menyatakan kelemahan mereka pada pendoa syafaat.

4. Kesombongan Rohani
Para pendeta menganggap dirinya lebih pandai, dan lebih suci daripada para pendoa syafaat. Mereka menganggap doa mereka lebih ditanggapi daripada doa pendoa syafaat.

5. Sikap Rendah Hati yang Salah
Pendeta menganggap dirinya sama dengan yang lain dan merasa tidak layak untuk didoakan para pendoa syafaat. Mereka berpikir daripada menerima doa syafaat lebih baik para pendoa syafaat didorong untuk saling mendoakan satu sama lain.

Sosok ideal seorang pendoa syafaat
Seorang pendoa syafaat yang ideal harus memiliki kriteria sebagai berikut :

1. Mempunyai karunia doa sya-faat;

2. Mempunyai hubungan yang erat dengan Allah;

3. Mendengarkan perkataan Allah;

4. Berwatak tenang ;

5. Dapat berkomunikasi secara terbuka;

6. Dapat menjaga rahasia

7. Tidak sombong rohani

Kesimpulan:

Pada saat menjelang akhir zaman, Iblis berusaha meningkatkan jumlah pengikut mereka. Tujuan utamanya ialah membuat orang tidak percaya pada Kristus Sang Penebus dan pada Allah yang Kasih. Pendeta (dalam hal ini semua orang yang bersaksi tentang Kristus) adalah musuh besar Setan karena melalui mereka Injil diberitakan. Oleh sebab itu kita perlu mendoakan pendeta kita agar mereka tidak jatuh dalam perangkap Setan.

Prayer Shield
oleh C Peter Wagner
disarikan oleh Deny S Pamudji.

(sumber: in-christ.net)