Youcef Nadarkhani

Hukuman Mati Ditangguhkan Setelah Kasus Pendeta Youcef Merebak ke Dunia Internasional

 

Hukuman mati untuk Pendeta Youcef Nadarkhani ditunda, karena ada beberapa komplikasi yang berkembang dan dapat saja menjadi suatu berita sukacita bagi  mereka   yang setia berdoa untuk Pendeta Yousef.

Direktur Pusat Keadilan dan Hukum, Jordan Sekulow mengatakan  kesulitannya dimulai ketika tuntutan itu jatuh pada seorang pendeta yang sudah berumur 34 yang telah berpindah agama dari umur belasan tahun.

“Secara teknis hukuman mati tidak dapat dilaksanakan. Kasusnya dikaji kembali karena tidak pernah ada hukuman seperti itu sejak 1990, meskipun sebenarnya secara hukum syariah ia bersalah karena telah berpindah agama diantara usia15-19 tahun”ungkap Sekulow.

“Berdasarkan keputusan pengadilan dia tidak pernah menjadi M di usia yang mereka katakan karena orangtuanya dan para pendahulunya adalah pemeluk agama M maka ia harus diberi kesempatan untuk menarik kembali imannya,” Kata Sekulow.

Meskipun dalam dua minggu terakhir saat ia diinterogasi, Nadarkhani telah diperintahkan untuk menyangkal imannya sebanyak 3 kali, namun Ia terus menolak.

Sekulow mengatakan, bulan September lalu Pendeta Yousef kembali diminta untuk menyangkal imannya. Hukuman mati tetap menjadi ancaman karena Pendeta Yousef terus berkeras dan tidak menyangkal iman.

“Pengadilan bisa mengeluarkan putusan dalam waktu seminggu setelah itu, tapi mereka tidak melakukannya. Pengadilan Iran dikenal biasa menunda hal-hal seperti ini selama berbulan-bulan,”kata Sekulow.

“Masalahnya adalah  mereka menunda keputusan  karena Pendeta Yousef belum jelas terbukti sebagai seseorang yang melanggar hukum,”Kata Sekulow.

Laporan media mengkonfirmasi bahwa hukuman mati belum resmi dicabut, dan bahwa Nadarkhani masih mungkin menghadapi eksekusi untuk tuduhan pelecehan seksual dan pemerasan yang muncul dalam laporan di pengadilan Iran pada situasi panjang hanya setelah kontroversi atas eksekusi yang telah sampai ke masyarakat internasional.

CNN mengatakan pemerintah Iran sekarang telah mengklaim cerita itu “menyimpang,” dan bahwa Nadarkhani didakwa dengan serangkaian kejahatan kekerasan, meskipun organisasi-organisasi pelayanan internasional mengatakan tuduhan seperti itu tidak pernah muncul sebelumnya dalam kasus tersebut sampai beberapa hari terakhir ini.

(sumber : opendoors/foto presenttruth)