Asia Bibi

Kisah dari Asia Bibi lebih dari sekedar kisah seorang perempuan yang dipenjarakan karena imannya, sejak dijatuhi hukuman mati tahun lalu di bawah hukum penghujatan agama di Pakistan,sudah dua politisi terkemuka Pakistan   tewas dan seorang lagi terpaksa bersembunyi untuk memperjuangkan keselamatan Asia Bibi.

Ibu dari lima orang anak, Asia Bibi yang saat ini ada dipenjara Sheikhupura adalah gambaran dari resiko serta kemungkinan yang bisa saja terjadi pada setiap umat Kristen di Pakistan.

Asia adalah perempuan Pakistan pertama yang dihukum mati karena dituduh   menghujat Nabi Muhammad setelah perselisihan dengan buruh perempuan Muslim lainnya. Setelah hukuman dijatuhi, Asia Bibi menceritakan kepada beberapa pengacara perempuan yang berpengaruh dan aktivis dari Forum Aksi Perempuan dan organisasi lainnya yang bertemu dengannya bahwa “dia dipaksa oleh orang-orang yang bekerja dengannya di sebuah peternakan, yang semuanya wanita, untuk meninggalkan iman Kristianinya.”

Menurut penyelidikan yang dilakukan oleh Komisi Nasional Status Perempuan, kasus Asia Bibi diajukan di bawah tekanan dari orang-orang berpengaruh setempat, dan berdasarkan dendam pribadi. Karena prasangka  buruk terhadap umat Kristen, penduduk desa setempat tidak menyetujui seorang perempuan Kristen menggunakan sumur dan bekerja di ladang mereka.

Meskipun kasus ini dengan cepat menjadi berita internasional, sebagian besar badan-badan pemerintahan Pakistan memilih untuk tetap diam, terutama setelah pembunuhan Gubernur Punjab Salman Taseer dan Menteri Minoritas Shahbaz Bhatti setelah mendukung Permohonan yang diajukan Asia Bibi ke pengadilan.

Presiden Asif Ali Zardari meminta penyelidikan atas kasus pembunuhan Bhatti, tetapi ia jelas telah didekati, diperingatkan dan diancam agar tidak memberikan amnesti bagi Asia Bibi. Kabarnya ulama terkemuka dari Deobandi dan kelompok Barelvi Zardari memperingatkan akan adanya dampak buruk jika Asia Bibi dibebaskan.

Sikap kebencian dapat dilihat dari komentar peserta sidang yang direkam oleh seorang reporter CNN saat putusan itu dibacakan di pengadilan. “Hukuman mati yang dijatuhkan adalah salah satu momen paling bahagia dalam hidupku!”  ujar Qari Salim yang menuntut Asia Bibi. “Air mata sukacita mengalir dari mataku.”

Setelah Gubernur Punjab Taseer bertemu dengan Asia Bibi di penjara dan mengeluarkan komentar bahwa Asia tidak melakukan tindak kriminal, ia dibunuh oleh penjaga pribadinya sendiri pada bulan Januari tahun ini. Dua bulan kemudian, kampanye yang diprakarsai oleh Menteri Minoritas Bhatti telah dibungkam dengan dibunuhnya Sang menteri.

Meskipun pemerintah federal menjamin perlindungan Asia Bibi di penjara, ketegangan dan permusuhan di sekitarnya sangat mungkin terjadi. Meskipun pemindahan seorang polisi wanita yang telah menyiksanya di penjara pada bulan Oktober lalu, perhatian besar tetap ditujukan untuk keselamatan Aasia di penjara.

Hukum penghujatan agama menjadi alat yang mudah untuk menimbulkan diskriminasi ketika direvisi pada tahun 1982 dan 1986 di bawah pemerintahan Jenderal Zia-ul-Haq, yang memimpin Islamisasi Pakistan. Bagian 295 A, B dan C dari Pakistan Kode Pidana melarang menghina Islam, mencemarkan Quran, atau membuat komentar yang menghina terhadap Nabi Muhammad. Sementara penghujatan terhadap Islam atau Quran dapat dihukum dengan penjara atau hukuman seumur hidup, dan penghinaan terhadap nabi agama Islam akan diganjar hukuman mati.

Kesalahan tuduhan hampir selalu ditemukan di belakang ratusan kasus penghujatan yang dilaporkan setiap tahun di Pakistan terhadap umat Kristen, serta anggota dari sekte Ahmadi. Sayangnya, banyak tertuduh yang tewas bahkan sebelum dijatuhi hukuman atau saat masih di penjara.

sumber: opendoors