Prayer Trip : Nepal-Tibet

Pada tanggal 10 Nopember 2011, kami (Ely, Ute, Bina dan Grace) berangkat dari Jakarta menuju Kathmandu. Ini merupakan rangkaian dari “prayer trip” kami ke Nepal dan Tibet yang berakhir tanggal 22 Nopember. Beban untuk berdoa di Tibet/Nepal  sudah diberikan Tuhan kepada kami sejak awal tahun 2010 dan rupanya waktunya Tuhan bagi kami untuk pergi adalah pada November tahun ini.

Puji syukur kepada TUHAN sehingga semua ini bisa terlaksana dengan lancar dan juga terimakasih kami kepada sahabat-sahabat yang sudah menopang kami dalam doa dan juga yang  mendukung secara finansial.

1 Sam 30 : 24, “Sebab, bagian orang yang tinggal…adalah sama seperti bagian orang yang pergi berperang; itu akan dibagi sama-sama.”

1 Kor 3 : 8, “Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.”

Foto-foto lainnya dalam kegiatan kami di Nepal dan Tibet dapat dilihat di Kategori Galeri Foto pada blog ini. Terimakasih. Tuhan Yesus memberkati.

 

SEKILAS TENTANG NEPAL

Nepal   terletak di kawasan pegunungan Himalaya adalah sebuah negara terkurung daratan di   Asia Selatan yang berbatasan dengan Tibet (China) di sebelah utara dan India di sebelah barat, timur, dan selatan.

Negara Nepal dibentuk melalui Persatuan Nepal pada 21 Desember 1768. Prithvi Naravan Shah menjadi raja pertama. Nepal merdeka dari Inggris pada 21 Desember 1923. Sebelumnya, negara yang terletak di Himalaya ini berstatus protektorat setelah dikalahkan Inggris dalam perang tahun 1815. Pada tahun 1990, Nepal mengubah sistem pemerintahan menjadi monarki konstitusional. Kemudian pada tahun 2008 kerajaan Nepal resmi dibubarkan dan Nepal berubah menjadi negara republik federal yang sekuler.

Meskipun luas wilayahnya kecil, negara ini memiliki lanskap yang bervariasi, mulai dari  terai yang lembab di selatan sampai Himalaya yang tinggi di utara. Nepal memiliki delapan dari sepuluh puncak tertinggi dunia, termasuk Gunung Everest dekat perbatasan China. Kathmandu merupakan ibu kota dan kota terbesar.

KATHMANDU

Kathmandu, 1400 meter diatas permukaan laut, adalah ibu kota sekaligus kota terbesar di Nepal. Kota berpenduduk lebih kurang  3,2 juta jiwa ini terletak di Lembah Kathmandu di Nepal bagian tengah, dekat  Sungai Vishnumati.

Kathmandu dipercayai dibangun oleh raja Gun Kamdev  pada  tahun 723. Menurut legenda, kawasan itu dahulu berupa danau, namun Manjushri, seorang pengikut ajaran Buddha  Shakyamuni, membelah sebuah bukit di bagian selatan sehingga memudahkan air untuk mengalir dan membuat daerah itu layak untuk dihuni.

Seluk-beluk nama “Kathmandu” tidak diketahui, namun sebuah teori menyatakan nama itudinamakan setelah Kastha-Mandapa (“kuil kayu” dalam bahasa Sansekerta), sebuah pagoda yang dipahat dari sebuah pohon menurut perintah Raja Lakshmi Narasingha Malla pada tahun 1596. Kota tua ini terkenal dengan banyaknya jumlah kuil dan istana Buddha dan Hindu, kebanyakan dibangun pada abad ke-17. Bangunan-bangunan ini banyak yang hancur akibat gempa bumi dan polusi. Di lembah ini terdapat tujuh warisan dunia Unesco.

 

SEKILAS TENTANG TIBET

Tibet propinsi dari Cina  yang merupakan Daerah Otonomi Khusus  yang juga diberi nama oleh Cina Xizang, yang berada di pegunungan Himalaya  yang sering dikatakan sebagai puncak dunia. Tibet berbatasan dengan Nepal, Bhutan dan India serta serta Xinjiang, Qinghai dan Sichuan di Cina. Mayoritas penduduknya beragama Buddha, dengan Lhasa (ketinggian 3.650 meter) sebagai ibu kotanya.

Bertahun tahun yang lalu, sebelum dibuka oleh Cina, Tibet merupakan daerah yang dikatakan menyimpan misteri bagi para petualang, mengingat pada saat itu tidak semua orang bisa memasuki daerah itu dan merupakan wilayah tertutup, seperti halnya Mekkah dan Madinah di Arab Saudi  yang hanya dimasuki oleh orang Islam.

Tibet dahulunya adalah sebuah kerajaan merdeka yang mengalami interaksi maupun benturan terutama secara politik dengan dinasti-dinasti yang ada di dataran Cina. Raja Tibet diberi gelar Dalai Lama di mana Dalai Lama yang sekarang, Tenzin Gyatso merupakan  Dalai Lama ke-14. Dalai Lama adalah pemimpin negara Tibet dan sekaligus pemimpin keagamaan.

Tibet menjadi provinsi Cina setelah serbuan tentara merah Cina pada tahun 1950 ke wilayah ini, pada musim gugur 1951pasukan Cina berhasil menguasai ibu kota Lhasa dan mendongkel Dalai Lama dari kekuasaannya.  Pemerintah Cina beralasan bahwa  Dalai Lama menolak kesepakatan kerjasama yang diberi nama  “Rencana Pembebasan Damai Tibet” yang secara teori nampaknya menguntungkan Tibet. Namun dalam prakteknya Cina melakukan penindasan dan pembantaian terhadap kepala suku dan sejumlah pendeta (Lama) yang dianggap membangkang.

Alasan lain Cina untuk menguasai Tibet  adalah “menghapus praktik penindasan bergaya feodalisme” di Tibet. Namun menurut beberapa analis internasional, Cina sebenarnya mengincar kandungan mineral yang terkandung di dalam bumi Tibet. Pada tanggal 17 Maret 1959, Dalai Lama berhasil meloloskan diri ke India dari penangkapan tentara Cina dimana pelarian tersebut dipimpin oleh Gampo Tashi. Dalai Lama kemudian mendirikan semacam pemerintahan pelarian di Dharamsala, India utara sampai sekarang.

Masalah Tibet menjadi ganjalan dalam hubungan internasional Cina dengan dunia internasional khususnya pada dekade 1960-1970an terutama hubungannya dengan Amerika Serikat. Namun setelah kunjungan presiden AS, Richard Nixonke Cina yang mengawali kontak diplomatik AS-Cina, masalah Tibet dianggap terlupakan atau selesai sampai sekarang. Terutama setelah pemimpin kedua Tibet, Panchen Lama, menyatakan bergabung dengan Beijing pada awal dekade 2000an.

ISTANA POTALA

Istana Potala berada di kota Lhasa. Istana ini diberi nama sesuai nama tempatnya berada yaitu Gunung Potala. Istana Potala adalah tempat kediaman utama dari Dalai Lama hingga masa Dalai Lama ke-14 sebelum mengungsi ke Dharamsala di India, setelah serangan tentara Cina di tahun 1959. Sekarang ini, Istana Potala diubah fungsinya oleh pemerintah Ciana menjadi sebuah museum.

Bangunan istana ini berukuran 400 meter timur-ke-barat dan 350 meter utara-ke-selatan, dengan tembok batu yang landai dengan ketebalan sekitar 3 meter dan 5 meter pada bagian dasarnya yang juga dicampur dengan tembaga untuk mencegah dari gempa bumi. Bangunan ini memiliki 13 tingkat, memiliki lebih dari 1.000 kamar,  10.000 tempat pemujaan dan sekitar 200.000 patung. Membumbung setinggi 117 meter di puncak Marpo Ri atau Lembah Merah (Red Hill) atau menjulang lebih dari 300 meter secara menyeluruh jika dihitung dari dasar lembah. Menurut tradisi, ketiga lembah utama di Lhasa memberikan arti sebagai “Tiga Penjaga Tibet”.

TUHAN mengasihi Nepal.

TUHAN  mengasihi Tibet

Haleluya…!