Pertanyaan Seputar Doa Syafaat

ALKITAB TIDAK MENYEBUTKAN SECARA RESMI POSISI PENDOA SYAFAAT. JADI BAGAIMANA ?

Meskipun Alkitab tidak memberikan julukan resmi tentang pendoa syafaat namun ada banyak contoh dalam Alkitab mengenai saat-saat ALLAH mencari pendoa syafaat.

Dalam Yesaya 59:16 dikatakan, “IA melihat bahwa tidak seorangpun yang tampil dan IA tertegun karena tidak ada yang membela. Maka tanganNYA sendiri memberi DIA pertolongan¬† dan keadilanNyalah yang membantu DIA.”

Dalam Yehezkiel 22:30, ” AKU mencari di tengah-tengah mereka seseorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapanKU supaya jangan Kumusnahkan, tetapi AKU tidak menemuinya.”

Banyak orang,khususnya nabi-nabi dalam Alkitab, bagi kita mereka adalah pendoa syafaat karena hidup mereka, meskipun julukan itu tidak diberikan kepada mereka. Salah satunya adalah Musa. Dalam banyak peristiwa Musa berdiri di hadapan Allah untuk memohon belas kasihan Allah bagi orang-orang Israel yang tegar tengkuk. Dalam suatu peristiwa, Allah berkata kepada Musa bahwa Dia akan mengubah pikiranNYA demi dia (baca Bilangan 14:20).

Allah mencari mereka yang bersedia berdiri di celah apapun alasannya. Satu hal lain yang ditunjuk dalam ayat ini adalah Allah ingin bermitra dengan kita bagi KerajaanNYA.

APA BEDA DOA DENGAN DOA SYAFAAT ?

Kata yang dipakai untuk doa dalam sebagian besar Perjanjian Lama adalah kata yang juga dipakai untuk doa syafaat. Dalam Perjanjian Baru, kata doa berarti menyembah, memohon dan mengajukan permintaan. Definisi kata doa syafaat dalam PB mirip sekali dengan doa.

Kata paga diterjemahkan doa syafaat dalam PL yang berarti secara kebetulan atau dengan garang, meminta dengan sangat, jatuh, menghinggapi, bertemu bersama. Tidak ada perbedaan besar antara dua kata ini, kecuali bagian doa syafaat yang garang (paga). Itu membutuhkan doa yang lebih intensif.

Saya percaya bahwa doa syafaat adalah tindakan memohon untuk kepentingan seseorang, tindakan untuk berusaha menyelesaikan perselisihan. Doa kepada Allah untuk kepentingan seseorang atau sesuatu khususnya seseorang yang harus dihukum karena melakukan sesuatu. Jadi doa syafaat mencakup berseru kepada Allah, bertemu dengan Allah dan memohon kemurahanNya.

APAKAH KITA SEMUA DIPANGGIL UNTUK BERDOA DAN BERDOA SYAFAAT?

Ya, kita dipanggil untuk menjalin hubungan dengan Bapa kita. Setelah hubungan itu terjalin, seharusnya secara otomatis kita akan berdoa. Saya percaya bahwa seseorang bisa memiliki karunia doa syafaat. Ini adalah karunia yang diberikan Tuhan. Anda akan tahu bahwa Anda memiliki karunia ini jika yang Anda inginkan hanya bersekutu dengan Tuhan dan bila Anda tergerak untuk berdoa ketika melihat apa yang terjadi di sekitar Anda.

MENGAPA BERDOA?

Ingat, doa adalah bercakap-cakap dengan Allah. Saya suka sekali berada dekat suami saya. Kami memiliki hubungan yang indah. Kami menghabiskan waktu bersama dan bercakap-cakap serta membagi hidup kami. Saya merasa bahwa Allah sedang mencari mereka yang mau berkomunikasi dengan Dia dan bersekutu dengan Dia. Dia adalah Bapa kita dan benar-benar ingin mencurahkan isi hatriNya kepada kita. Ketika Dia mencurahkan isi hatiNya , sebagai respons kita ingin berdoa. Ini adalah kemitraan. Alkitab memang berkata bahwa ini merupakan kehendak Allah bagi kita.

BERAPA LAMA SESEORANG HARUS BERDOA UNTUK SATU HAL TERTENTU?

Dari pengalaman saya, saya percaya ada tugas dari Tuhan yang harus kita laksanakan seumur hidup kita. Bagi saya, tugas ini adalah berdoa supaya 5 jawatan dalam gereja muncul dan bekerja dengan teratur. Namun, Tuhan juga memberi kita tugas jangka pendek untuk berdoa. Bagaimana Anda tahu bahwa tugas sudah selesai? Anda merasa lega atau merasa terlepas dari tugas itu.

Ada juga saat-saat dimana satu tugas datang dan lenyap. Sebagai contoh, selama beberapa tahun saya mendoakan daerah tertentu bahkan untuk seorang pemimpin tertentu di daerah itu. Kemudian, selama setahun hal ini berhenti. Suatu pagi saya bangun dan berpikir, “Bagaimana keadaan orang itu sekarang?” Keinginan untuk mendoakan daerah ini dan orang tersebut muncul kembali dan saya mulai berdoa lagi. Menurut saya, kuncinya adalah peka terhadap suaraNYA dan Anda akan tahu.

BAGAIMANA KITA TAHU BAHWA KITA BERDOA SESUAI KEHENDAK TUHAN ?

Jujur saja, ada saat-saat dimana kami menghantam tetapi luput dan dari peristiwa ini kami belajar mencari tahu. Kami juga harus memakai Alkitab sebagai pedoman (baca Roma 8:26). Roh manusia dalam diri seorang tahu isi hati orang itu, begitu pula Roh Kudus mengenal Bapa. Jadi, apabila kita mengalir bersama Roh Kudus kemungkinan doa kita berada di jalur yang benar, semakin lebih besar. Kita perlu hati-hati agar tidak memanipulasi dengan doa-doa kita.

KAPAN KITA MENGERANG DALAM DOA?

Bagi saya, mengerang bukanlah sesuatu yang saya pilih, tetapi Tuhanlah yang menentukan supaya saya mengerang.

BAGAIMANA BERDOA DENGAN BAHASA ROH MENJADI DOA SYAFAAT?

Bagi pendoa syafaat, bahasa roh memainkan peran yang penting ketika kita berdoa. Saya menghabiskan banyak waktu untuk berdoa dalam bahasa roh. Saya senang berdoa dalam bahasa roh ketika saya sedang jalan-jalan. Sementara saya terus berdoa, banyak hal muncul dalam pikiran saya dan saya mengucapkan hal-hal ini dalam bahasa roh. Mudah untuk berkata-kata dalam bahasa roh dan tidak berhubungan dengan Roh Kudus, yang sekedar kita lakukan tanpa ada kuasa di dalamnya. Namun jika berhubungan dengan doa, maka doa-doa kita menjadi efektip.

Seorang teman mendatangi saya dan minta didoakan. Ketika mulai didoakan, saya merasa harus berbicara ke telinganya dan berdoa dalam bahasa roh. Ketika saya mulai mendoakannya dalam bahasa roh, kami berdua merasa roh kami saling berhubungan. Ia mampu menerima dan mengalami terobosan dalam apa yang sedang ia hadapi.

DOA SYAFAAT DAN DEKLARASI

Saya percaya ada dua cara untuk berdoa. Pertama adalah memohon yang artinya mengajukan permintaan. Dan kedua adalah menyampaikan deklarasi yang dilakukan dengan iman atau keyakinan bahwa hal itu akan terlaksana. Saya merasa banyak pendoa syafaat benar-benar pintar dalam memohon tetapi mereka tidak tahu cara bergerak dengan iman.

Beberapa tahun lalu saya merasa bahwa tiba saatnya bagi kami untuk menyampaikan deklarasi dan berhenti banyak bermohon dalam doa-doa kami. Fokus kami perlu bergeser dari mengajukan permintaan kepada Tuhan ke posisi iman dengan menggunakan otoritas yang menjadi milik kami. Saya merasa terjadi pergeseran tingkat otoritas yang ada pada kami. Oleh karena kami telah memohon begitu lama, maka tiba waktunya bagi kami untuk mendeklarasikan bahwa hal-hal yang kami minta menjadi kenyataan.

Ketika membawa tim kami keluar untuk berdoa, saya berkata kepada mereka, “Saya ingin kalian menyampaikan deklarasi atas daerah ini.” Ini mirip dengan bernubuat. Anda memakai kata-kata Anda dalam deklarasi yang Anda sampaikan untuk menciptakan perubahan.

PETUNJUK APA YANG BISA KITA BERIKAN UNTUK BERDOA DALAM KELOMPOK?

Ketika anda mengajak orang berkumpul, akan muncul semua tipe doa yang berbeda. Beberapa orang siap untuk berdoa dengan garang di hadapan Allah, yang lain akan berdoa dengan suara pelan, sementara lainnya mungkin ingin mempunyai daftar hal-hal yang hatrus didoakan.

Sebagai pemimpin, anda perlu membuat beberapa aturan dasar. Sebagai contoh, ketika mendoakan satu topik, anda harus memastikan bahwa topik tersebut telah selesai didoakan sebelum beralih ke topik lainnya. Dalam banyak pertemuan doa, ketika seorang mulai mendoakan sesuatu dan yang lain mendoakan hal yang berbeda, anda sendiri belum selesai mendoakan hal itu. Anda harus memastikan bahwa setiap orang berdoa dan menyelesaikan doanya sebelum beralih ke topik lain.

Beritahukan kepada setiap orang dalam kelompok anda bahwa mereka perlu memberi kesempatan kepada setiap orang untuk berdoa. Dan satu atau dua orang tidak boleh mengambil alih pertemuan itu. Saya telah menemukan bahwa cara terbaik untuk mengajak semua orang dalam satu kelompok untuk berdoa adalah ‘berendam’ dalam hadirat Tuhan terlebih dahulu. Ini membawa setiap orang ke hati Tuhan. Dan setelah berendam, anda akan menemukan bahwa doa menjadi lebih bermanfaat dan lebih efektip.

 

Oleh:Beni Johnson (Buku: The Happy Intercessor).

Beni Johnson dan suaminya adalah gembala senior Gereja Bethel di Redding, California. Mereka melayani sejumlah gereja yang makin banyak jumlahnya yang bermitra supaya kebangunan rohanin terjadi. Beni Johnson menjadi pengawas para pendoa syafaat dan Rumah Doa Gereja Bethel.