Potret Seorang Nabi

Oleh : Leonard Ravenhill

NABI pada zamannya adalah seorang yang benar-benar diterima  Allah tetapi juga benar-benar ditolak oleh manusia. Dr,Gregory Mantle secara tepat berkata, ‘Tidak ada orang yang sepenuhnya diterima, sampai ia benar-benar ditolak.” Nabi Tuhan menyadari kedua hal tersebut dan itu sudah menjadi ‘identitas’ mereka.

Lukisan Elia vs nabi Baal

Kelompok yang ditentang nabi adalah mereka yang puas diri dan merasa nyaman dengan dunia yang binasa. Dan nabi datang untuk meluruskan segala sesuatu yang kacau. Tugas nabi memanggil mereka yang telah keluar dari jalurnya. Nabi tidak populer karena menentang hal-hal yang populer secara moral maupun rohani.

Pada saat para politisi tidak memiliki kepribadian yang baik dan suara para pengkotbah tidak didengar  maka tidak ada lagi yang dibutuhkan oleh suatu bangsa selain teriakan kita kepada Tuhan untuk mendatangkan seorang nabi. Tugas nabi seperti yang dikatakan Austin Sparks adalah ‘selalu berkaitan dengan pemulihan’.

Seorang nabi adalah detektif  Allah yang bertugas mencari mereka yang hilang. Tingkat keberhasilan tugasnya tergantung dari ketidakpopulerannya. Tidak ada kata kompromi baginya.

Lukisan Nabi Musa

Nabi tidak bisa dibeli. Secara keseluruhan nabi bertolak belakang dengan dunia.

Ia seorang ‘pelihat’ yang datang untuk menuntun  yang buta. Ia hidup di gunung Tuhan dan turun ke lembah dengan seruan ‘demikian firman Tuhan…’.

(bersambung).

 

sumber:  Prophetic Ministry/Austin Sparks/ Foto:Google Image