Unta

Oleh: Jellia Puspa Purnama (Yelli)

Unta, siapa tidak mengenal binatang yang satu ini? Unta dikenal sebagai salah satu hewan bertubuh besar namun mampu hidup bertahan di padang gurun. Tidak hanya bertahan saja tetapi unta banyak digunakan sebagai alat transportasi di padang gurun pada jaman dulu. Mengapa unta bisa bertahan hidup di padang gurun? Ternyata jika kita melihat pada kondisi fisik yang dimiliki unta, maka wajarlah jika unta mampu hidup di padang gurun.

Pertama, unta diciptakan dengan bulu yang tebal sehingga mampu bertahan di kala udara panas, juga di udara dingin.

Kedua, unta memiliki bulu pada telinga dan hidungnya sehingga mencegah pasir masuk ke dalam telinga juga hidungnya.

Ketiga, unta memiliki kelopak mata yang unik yaitu transparan, sehingga saat berjalan di padang gurun, unta tetap bisa melihat dengan baik walaupun terjadi angin pasir.

Keempat, unta memiliki kemampuan minum dan menyimpan cadangan air yang banyak di dalam tubuhnya, dimana unta bisa bertahan hidup sampai dengan 17 hari tanpa air.

Kelima, kaki unta diciptakan tidak mudah terperosok ke dalam pasir walaupun membawa muatan yang berat, dikarenakan telapak kakinya yang lebar dan kuat.

Keenam, lutut unta tertutup dan terlindungi oleh kapalan sehingga waktu unta duduk ataupun berbaring di pasir yang panas, kapalan tersebut melindunginya dari luka akibat permukaan tanah yang panas.

Ketujuh, punuk unta mengandung cadangan lemak hingga 40 kg sehingga unta mampu bertahan hidup tanpa makanan.

Kedelapan, sistem pencernaan unta memungkinkan unta untuk mencerna tanaman berduri, termasuk juga giginya yang mampu mengunyah duri-duri tajam.

Berdasarkan kondisi fisik yang dimiliki oleh unta, maka memang sungguh dahsyat Allah kita, Dia memang betul-betul menciptakan unta untuk dipersiapkan hidup di padang gurun. Jika terhadap unta saja Allah begitu peduli, terlebih lagi terhadap kita manusia, pastilah Tuhan telah mempersiapkan kita untuk mampu mengatasi segala situasi dan kondisi yang kita hadapi saat ini.

DICIPTAKAN UNTUK BERKUASA

Kejadian 1:26,”Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Jika unta diciptakan Tuhan sedemikian rupa untuk berkuasa atas situasi dan kondisi di padang gurun, maka terhadap manusia dikatakan bahwa kita diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan supaya kita berkuasa atas segala yang ada di bumi ini. Jadi sesungguhnya tidak ada satupun di antara kita yang ditakdirkan untuk menjadi orang-orang yang kalah, untuk menjadi pecundang. Malahan justru sebaliknya kita diciptakan untuk berkuasa, untuk bangkit mengatasi segala tantangan yang kita hadapi.

MENURUT GAMBAR DAN RUPA KRISTUS

Namun mengapa pada kenyataannya kita bukannya berkuasa malahan terlebih sering kita dikuasai oleh permasalahan yang ada? Itu dikarenakan kita tidak menjalani kehidupan ini sesuai dengan ketetapan Tuhan yaitu kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah supaya kita berkuasa. Jadi agar kita berkuasa, maka kehidupan kita harus menurut gambar dan rupa Allah.

Seperti halnya rumah, maka sebelum dibangun rumah itu pasti memiliki gambar atau denah. Tentunya akan ada perbedaan denah untuk bangunan rumah 10 tingkat dengan 100 tingkat. Juga akan ada perbedaan denah untuk bangunan yang dirancang tahan gempa, tahan kebakaran dengan rumah yang dibangun dengan cara biasa-biasa.

Kejadian 1:26 mengatakan kalau hidup kita mau berkuasa atas segala hal di dunia ini maka denah hidup kita harus sesuai dengan apa yang Tuhan sudah gambarkan bagi kita. Dimanakah kita bisa tahu gambaran hidup kita yang sesungguhnya? Alkitab. Firman-Nya merupakan isi mengenai gambar dan rupa Allah. Sejauh mana kita hidup menurut apa kata Tuhan, maka sejauh itu pula kita hidup menurut gambar dan rupa Allah, sehingga akhirnya kita akan mengalami kehidupan yang berkuasa dan bukan dikuasai.

David Green

Seperti yang dialami oleh David Green, seorang pendiri sekaligus CEO dari toko kerajinan Hobby Lobby. Bermula dari sebuah toko yang kecil hingga sekarang menjadi toko dengan total penjualan lebih dari US 1 milyar per tahunnya, dia mengawali dan mengembangkan usahanya dengan menjalankan prinsip-prinsip Alkitabiah.

Doa dan Firman Tuhan merupakan kunci utama keberhasilan usahanya, dia juga menetapkan suatu nilai yaitu melayani Tuhan lewat melayani konsumen  dan karyawan dengan cara yang sebaik mungkin, karena nilai integritas merupakan hal yang sangat dijunjung oleh David Green. Salah satu prinsip Alkitabiah yang dia terapkan dalam menjalankan perusahaannya ialah menutup seluruh tokonya setiap hari Minggu, yang mengakibatkan dia kehilangan penjualan sebesar $100 juta setiap minggunya. Namun dia mengatakan bahwa dunia harus tahu apa yang menjadi prioritas dan komitmen dari usahanya.

Lewat setiap prinsip Alkitabiah yang dengan setia dia jalankan, David Green bukannya menjadi miskin namun dia diangkat Tuhan menjadi seorang yang berkuasa. Tahun 2010, majalah Forbes mencatat David Green sebagai orang terkaya peringkat 136 di Amerika Serikat, dengan nilai kekayaan bersih sebesar $2 Milyar.

PENUTUP

Yesaya 60:1 “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.”

Sesungguhnya untuk bangkit dan menjadi terang bukanlah suatu impian kosong karena memang sesungguhnya sejak semula Tuhan menciptakan kita untuk berkuasa atas dunia ini. Sekarang pilihan ada di tangan kita, apakah kita mau tetap menjalani kehidupan ini dengan prinsip kita sendiri ataukah kita mau menjalankan menurut gambar dan rupa Allah sehingga kita dapat menguasai dunia ini. Pilihan Saudara akan menentukan hidup Saudara. Tuhan memberkati dan tetap semangat.

(sumber:charisma indonesia)