Gelombang Baru Allah Akan Doa

Oleh: Suzette Hattingh

Doa syafaat merupakan pelayanan yang mendukung, bukan untuk mengontrol atau memaksa para pendeta dengan cara pendoa sendiri. Namun doa syafaat berkuasa untuk mempersiapkan jalan bagi manifestasi kemuliaan Allah untuk mengubah hidup dan memberi dampak pada kota dan bangsa.

Allah adalah Tuhan dengan berbagai keragaman. Bagi beberapa orang, IA bagaikan angin sepoi-sepoi, sementara bagi orang lain , IA bagaikan badai besar dan doa mereka akan melepaskan cahaya dan petir dan gempa bumi rohani (Wahyu 8:5). Bagi yang lain lagi, IA bagaikan ‘bau harum dari penyembahan dan doa’ dan bagi lainnya, IA bagikan sebuah kapal perang yang masuk untuk mempersiapkan jalan dan untuk membuka alam roh.

Bagian yang paling penting adalah bahwa setiap orang mengetahui dan membanjiri dengan apapun yang telah Tuhan panggil bagi mereka untuk dilakukan. Saya misalnya, saya bagaikan kapal perang yang dikirim Tuhan ke tempat-tempat yang membutuhkan pembukaan alam roh dengan puasa dan doa, peperangan dan pernyataan yang kuat.

Doa anda itulah yang membuat perbedaan. Kuasanya tidak tergantung pada berapa lama, berapa dekat atau dengan usaha apa anda berdoa. Kuasa itu dalam nama Yesus. Jangan pernah lupa surga menyerbu bumi melalui anda dan saya, tidak peduli seberapa kecilnya doa anda, seberapa tidak berartinya doa anda yang tampak di mata manusia.

Lihatlah contoh yang kuat dari Yosua yang pergi berperang atas perintah Musa (Kel 17:8-13) sementara Musa sendiri dengan harun dan Hur pergi ke puncak gunung. Seluruh pasukan berperang di dunia nyata dan akan mengalami kekalahan atau kemenangan dengan perantaraan tiga orang yang berada di puncak gunung. Wow, Yosua berurusan dengan peperangan nyata dan Musa berhadapan dengan peperangan rohani. Satu pihak tidak bisa menang tanpa yang lain.

Tetapi kemudian doa syafaat bukanlah tujuan itu sendiri, tetapi merupakan sarana untuk mencapai tujuan. Dan tujuan itu adalah dampak dari doa itu sendiri seperti terjadinya kebangkitan rohani, gelombang rohani yang baru, transformasi negeri. Oleh karena itu setiap orang adalah penting, besar atau kecil, tua atau muda, sebab Kristus yang di dalam kita membuat pengharapan akan kemuliaan Tuhan membuat perbedaan tersebut.

Terlalu lama kita mempunyai pikiran bahwa kita hanya merasa penting jika kita mempunyai posisi (jabatan), mempunyai sekelompok orang untuk dipimpin  atau mempunyai gelar. Betapa kelirunya. Apakah kita benar-benar percaya bahwa Tuhan sedang mencari gelar aau posisi anda? Tuhan mengejar hati anda. Bukankah IA mengatakan, “dimana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam namaKu” ?

Menjadi bagian dari gerakan doa berarti bahwa anda pertama-tama mendedikasikan diri anda, memberi diri anda dan kemudian menangkap orang lain, mungkin seorang teman dengan siapa anda berdoa setiap minggu. Atau kelompok doa yang mendedikasikan dirinya untuk puasa dan berdoa syafaat yang diarahkan. Bagaimana anda dan suami/istri anda menjadi satu unit doa, bukankah anda tahu mengapa setan berusaha untuk menghancurkan perkawinan? Karena setan tahu bahwa ketika seorang suami dan istrinya berdoa bersama-sama, maka Tuhan menurunkan berkat (Mzm 133:3).

Sebuah gerakan doa dimulai dengan satu orang, ANDA! Kemudia berdampak kepada orang di sekitar anda dan mulai berdoa dengan orang lain, terlepas berapa usia, sikap dan posisi mereka secara teologis. Satu dapat menjadi dua dan kemudian menjadi banyak orang. Ini akan menjadi kehidupan doa anda yang akan mengilhami orang lain sehingga anda menghidupi apa yang anda khotbahkan dan mengkhotbahkan apa yang anda hidupi.

Tunjukkan kepada orang lain apa artinya berdoa dan mereka akan mendambakan untuk memiliki apa yang anda miliki. Tetapi itu berarti bahwa pertama-tama anda harus membuat jalan dan menghabiskan waktu dengan Tuhan sehingga IA akan membawa orang lain kepada jalan anda. Anda dan Roh Kudus memengaruhi orang-orang di sekitar anda satu per satu dimana satu akan menjadi dua dan dua akan segera menjadi banyak!

Bagi saya sesuatu yang baru berarti ‘kita belum pernah melihat sebelumnya’. Maksudnya,  harus memiliki identitas baru, dimensi baru dan membawa dampak baru, sesuatu yang segar yang tidak diketahui dan tidak dikendalikan oleh manusia. Ini adalah gelombang Allah yang mungkin bisa jadi menentang cara atau pola keagamaan  yang sudah ada selama ini. Jelasnya, gelombang rohani baru tersebut tidak akan datang tepat seperti apa yang kita pikirkan.

 

(disadur dari buku God’s New Wave to You/Metanoia/Bab 5)