Keajaiban Allah karena Doa (1)

Oleh: Philip Mantofa

Sebuah kebangunan rohani sejati selalu dimulai dari doa. Setiap air mata pertobatan dan perubahan hidup yang terjadi merupakan tuaian dari air mata seorang pendoa yang berseru bagi jiwa mereka.

Bagaimanakah seharusnya kita berdoa yang menggerakkan sorga?

1.Menyerahkan Hak hak Pribadi

Berbicara mengenai kuasa doa, ada satu harga yang harus dibayar, yaitu penyerahan total. Jika kita terlalu erat mempertahankan hak-hak pribadi kita tentu hati kita tidak akan siap untuk sungguh-sungguh berdoa bagi keselamatan orang lain. Selama hati kita bersembunyi di zona nyaman kita maka doa  kita akan berputar-putar di area kepentingan pribadi.

Setiap hak pribadi yang kita serahkan kepada Tuhan akan membuat doa kita menjadi kuat sebab sorga hanya tergerakkan oleh manusia yang tidak mengasihi dirinya. Ingat doa Tuhan Yesus di Getsemani. Ketika sorga memanggil kita untuk berdoa maka harta benda, kekayaan, kedudukan dan kekuasaan tidak akan pernah bisa mengisi kekosongan di dalam batin kita. Kekosongan itu hanya terpenuhi jika beban doa yang Tuhan taruh di hati kita dijawab dengan cara yang ajaib.

2.Menyerahkan Kekuatiran

Panggilan untuk berdoa adalah panggilan tertinggi sebab bersyafaat bagi orang lain adalah hal yang paling menyentuh hati Bapa. Dibutuhkan lebih dari sekedar penyerahan total untuk menggerakkan sorga, kitapun harus menyerahkan segala kekuatiran kita. Mungkin inilah salah satu hal yang paling sulit untuk kita serahkan kepada Tuhan. Namun pembentukan Kristus belum dikatakan sempurna sebelum kita menyerahkan kekuatiran akan masa depan kita kepadaNya.

Sekarang posisi doa berubah dari seorang yang memohon dan meminta-minta menjadi seorang ahli waris janji Tuhan yang menaruh keyakinan kepada Tuhan yang lebih besar dari dirinya. Kita tidak ragu lagi setelah usai berdoa. Kita tukarkan kekuatiran kita dengan sesuatu yang lebih besar yaitu iman!

Mengapa tidak semua gereja mengalami kebangunan rohani? Beberapa justru stagnasi di saat Tuhan sedang bergerak di mana-mana. apakah itu berarti Tuhan sengaja memilih untuk bergerak di gereja yang satu dan meninggalkan gereja yang lain? Sama sekali tidak! Tuhan ada di setiap gereja dan IA bekerja melalui siapa saja. Lalu mengapa masih tetap ada perbedaan yang menonjol? Jawabnya, karena anda lupa mengontrakkan air mata anda kepada Tuhan.

“Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.” (Mazmur 126:5-6).

Itulah yang Tuhan minta kepada saya sejak awal pelayanan saya, ketika saya hanya sendirian dengan Tuhan. Tiba-tiba saja IA meminta suatu hal yang menurut saya agak janggal. IA bertanya kepada saya, “Philip, maukah engkau mengontrakkan air matamu untuk gerejaKU?” Saya bertanya kepada Tuhan mengapa IA ingin saya mengontrakkan air mata saya, IA menjawab, “Untuk benih kebangunan rohani.” Tiba-tiba saya teringat akan sebuah ayat firman Tuhan yang tertulis di Mazmur 126:5-6.

Sejak saat itu, Tuhan memakai air mata saya. Saya mulai menangisi jiwa-jiwa selama berjam-jam, hampir setiap malam, sekalipun melelahkan bagi tubuh saya. Sekarang saya menuai apa yang saya tabur dengan air mata saya dalam doa. Tuhan memilih air mata saya sebagai benih kebangunan rohani,sekarang adalah giliran anda!

 

(sumber:God’s New Wave to You/Metanoia/chapter 4)