14 Penghalang Jawaban Doa

Oleh: Joice Meyer

Setelah anda belajar beberapa kunci untuk doa yang efektip, saya ingin kita melihat beberapa penghalang bagi jawaban doa. Karena kita bukan hanya tahu apa yang harus dilakukan, tetapi kita juga harus tahu apa yang tidak boleh dilakukan ketika kita berdoa.

Berikut 14 hal yang menjadi penghalang dari jawaban doa:

1.TIDAK BERDOA

Beberapa kali dalam buku ini saya telah merujuk Yakobus 4:2 yang mengatakan, “Kamu tidak memperoleh apa-apa karena kamu tidak berdoa.”  Kita harus meminta apa yang kita inginkan dan butuhkan. Berpikir, berandai-andai, berharap dan berbicara kepada orang lain bukanlah doa. Doa adalah doa.

Tahukan anda bahwa Tuhan menunggu kita untuk mengajukan permintaan kepadaNya di dalam doa? Matius 7:7 dan Yesaya 65:1-2 mengatakan bahwa IA siap untuk bertindak untuk kita jika kita mau berdoa. Jangan biarkan keadaan tidak berdoa menghalangi Tuhan bekerja dalam hidup anda dan hidup orang-orang yang anda kasihi.

2.TIDAK ADA KEBERANIAN

Bukan saja kita perlu berdoa agar doa kita dijawab, kita juga perlu berdoa dengan berani, yang berarti tanpa takut dan dengan  terus terang. Yesus telah membuat jalan bagi kita untuk menghampiri Tuhan dengan berani karena IA menjadikan kita benar melalui kematianNya di kayu salib.

Kita tidak lagi menerima kebohongan musuh yang menyebabkan kita mengatakan kepada diri sendiri. “Ah, aku tahu Tuhan dapat melakukan hal-hal besar, tetapi aku merasa sukar percaya apakah IA mau melakukannya untukku.” Kita berpikir seperti itu karena kita pikir kita tidak layak. Kita harus selalu ingat bahwa Yesus telah membuat kita layak sehingga ketika kita menghampiri Tuhan dengan berani kita dapat mengandalkannya untuk memberi kemurahan kepada kita (lihat Ibrani 4:16). Kemurahan berarti bahwa Tuhan akan memberi kita apa yang sebenarnya tidak layak  kita terima dan memberkati kita ketika kita sebenarnya tidak layak untuk diberkati.

Efesus 3:20 mengatakan bahwa Tuhan sanggup berbuat lebih dari yang pernah kita harapkan, minta atau pikirkan maka kita perlu bertekad untuk berani memanfaatkan semua yang IA dapat lakukan dengan meminta dengan berani.

Jangan meminta kepada Tuhan lebih sedikit dari apa yang anda inginkan. Beranilah dan yakinlah. Minta kepadaNya hal-hal besar dan bukalah pintu bagi DIA untuk memperlihatkan betapa besar Tuhan itu.

3.DOSA

Mazmur 66:18 mengatakan, “Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.”  Dengan kata lain, dosa yang kita sadari adalah penghalang bagi doa yang dijawab. Tidak seorangpun dari kita yang sempurna. Kita semua mungkin memiliki sesuatu dalam hidup kita yang tidak berkenan kepada Tuhan, tetapi itu mungkin tidak disengaja dan kita mungkin bahkan tidak menyadarinya.

Jika ada dosa yang tersembunyi di hati kita, kita tidak dapat berdoa dengan yakin bahwa Tuhan akan menjawab. Namun jika kita meminta DIA untuk menyatakan dosa yang tersembunyi  itu, Tuhan akan melakukannya. Ketika Tuhan menyatakan dosa kita, kita perlu menghentikan apa yang tengah kita lakukan dan bertobat. Kita perlu takut kepada DIA sehingga kita menanggapinya dengan serius. Jika tidak, doa-doa kita tidak akan didengar dan dijawab.

4.BERDOA DILUAR KEHENDAK TUHAN

Salah satu cara terbaik untuk memastikan kita berdoa dalam kehendak Tuhan adalah mendoakan Firman sebanyak mungkin. Yang saya maksud adalah kita perlu menggunakan ayat-ayat  Firman Tuhan untuk mendukung apa yang kita doakan.

Memang kita tidak akan menemukan ayat yang membahas semua kebutuhan atau keinginan kita secara rinci. Contoh, kita tidak akan menemukan ayat yang mengatakan untuk membeli mobil baru, tetapi kita akan menemukan ayat yang mengatakan Tuhan akan memenuhi semua kebutuhan kita.

Ketika berdoa sejalan dengan kehendak Tuhan, kita akan nebdapatkan apa yang kita minta, Kita mungkin harus menunggu karena pengaturan waktu Tuhan adalah bagian dari kehendakNya, tetapi itu pasti terjadi. Kita dapat mengatakan, “ Ini milikku. Aku mungkin belum melihatnya tetapi ini milikku, ini sedang dalam perjalanan.”

Saya yakin kita semua kadang-kadang meminta hal yang salah, tetapi Tuhan tahu hati kita. Saya percaya jika IA  tidak memberi apa yang kita minta, IA akan memberi sesuatu yang lebih baik, jika kita bersikap benar.

5.MOTIVASI YANG KELIRU

Yakobus 4:2 mengatakan, “ Atau kamu berdoa juga tetapi kamu tidak menerima apa-apa karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.”

Dalam doa, alasan kita berdoa jauh lebih penting dari pada kata-kata yang kita ucapkan. Tuhan melihat hati kita dan ketika IA melihat motif yang tidak tulus, IA tidak menjawab doa kita.

Memiliki hati yang murni dan benar-benar mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama selalu merupakan motif yang dapt diterima Tuhan. Keegoisan tidak dapat diterima, pembalasan tidak dapat diterima, manipulasi tidak dapat diterima, keangkuhan tidak dapat diterima. Semua yang egois dan tidak mengasihi adalah motif yang tidak dapat diterima Tuhan.

Kita perlu meminta Tuhan memurnikan hati kita secara teratur agar kita dapat berdoa dengan motif yang benar. Kita perlu dengan jujur menguji motif kita. Banyak doa saya berubah ketika saya menjadi lebih peka terhadap motif dibalik doa-doa saya. Memperhatikan motif kita mungkin menyakitkan, tetapi ini harus dilakukan jika kita benar-benar mau hidup di hadapan Tuhan dengan hati yang murni.

6.BIMBANG DAN TIDAK PERCAYA

Kita tahu bahwa iman kepada Tuhan adalah dasar bagi doa yang dijawab sehingga masuk akal jika bimbang dan tidak percaya adalah lawan dari iman, yang membuat doa kita tidak dijawab. Namun iman kita bukan tanpa perlawanan. Iblis akan menyerang pikiran kita dengan kebimbangan dan pertanyaan. Kita tidak boleh percaya kepada kebimbangan, kita harus meragukan kebimbangan kita dan percaya kepada Tuhan saja. Salah satu kunci untuk mengatasi kebimbangan dan ketidakpercayaan ada tertulis dalam Ibrani 12:2.

Seringkali bimbang dan tidak percaya dimulai ketika perhatian kita dialihkan dari janji-janji Tuhan. Kita mulai berpikir lebih banyak kepada masalah kita dan ini membuat iman kita menjadi lemah. Namun kita perlu melakukan apa yang Ibrani 12:2 katakan yaitu terus memandang kepada Yesus. Untuk menolak rasa bimbang dan agar tetap beriman kita harus memandang kepada Yesus, kepada kebaikanNya, kepada kesanggupanNya untuk menolong kita. Kita tidak menyangkal adanya masalah, tetapi kita menolak memberi perhatian berlebihan kepada masalah tersebut.

Rasul Yakobus menulis bahwa orang yang mendua hati tidak menerima apapun yang ia minta dari Tuhan karena ia tidak stabil dalam semua jalannya (Yak 1:6-8). Kita perlu memutuskan apa yang kita percayai dan pikiran kita tidak berubah ketika keadaan mulai goyah. Kita harus mengingat bahwa Yohanes 11:40  menjanjikan bahwa kita akan melihat kemuliaan Tuhan jika kita percaya.

7.KHAWATIR

Satu alasan lagi orang tidak mendapatkan jawaban doa adalah sesudah berdoa mereka khawatir. Filipi 4:6 mengatakan “Janganlah hendaknya kamu kwatir tentang apapun juga tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”

Kecemasan (kata lain untuk kekhawatiran) berarti menghabiskan hari ini sambil memikirkan hari esok atau menghabiskan hari ini dengan takut akan hari esok.

Ketika kita berdoa dan kemudian khawatir artinya kita tidak beriman kepada Tuhan. Kita tidak sepenuhnya menyerahkan beban atau kebutuhan kita kepadaNya. Kita ‘mengambilnya kembali’ dan mengolahnya dalam pikiran kita. Ketika kita bersikeras turun tangan dalam situasi yang kita doakan dan tidak mengijinkan Tuhan menangani sepenuhnya maka IA tidak mempunyai kebebasan untuk menjawab doa kita.

Kita mengatakan percaya kepada Tuhan tetapi kita  sudah punya rencana cadangan kalau-kalau Tuhan tidak menolong kita. Kekhawatiran adalah merenungkan masalah kita padahal kita diperintahkan Tuhan untuk merenungkan Firman-Nya siang dan malam, bukan masalah kita!

Lawan dari khawatir dan cemas adalah damai sejahtera. Jika kita mau hidup dalam damai sejahtera kita perlu belajar bagaimana menjalani hidup kita hari demi hari. Itulah yang dikatakan dalam Matius 6:34 agar jangan khawatir akan hari esok, kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Dengan kata lain, Yesus mau mengatakan agar kita melewati hari ini dengan tidak khawatir tentang hari besok. Semua ‘hari ini’ mempunyai cukup masalah dan kita mempunyai cukup kasih karunia dan energi untuk mengatasi hari ini.

Seperti halnya setiap hari mempunyai masalahnya sendiri maka setiap hari juga mempunyai kasih karunianya sendiri. Tuhan tidak memberi kita kasih karunia hari ini untuk dipakai menjalani hari besok. Jadi kita harus memanfaatkan dengan sebaik-baiknya kasih karunia yang kita peroleh hari ini. Tolaklah untuk merasa cemas tentang hari esok. Bertekadlah untuk menyerahkan masalah kita kepada Tuhan dan tidak khawatir tentang masalah kita.

8.TIDAK BERSYUKUR

Bersambung…

(disarikan dari The Power of Simple Prayer/Bab 12)