Ismael dan Ishak

Oleh:  Rev.Faisal Malick

ALLAH memberkati Ismael tetapi menetapkan perjanjian-NYA dengan Ishak. Ishak adalah anak perjanjian yang dengannya ALLAH menetapkan suatu perjanjian yang kekal dan juga berlaku bagi keturunan Ishak. ALLAH mengatakan dengan jelas kepada Abraham bahwa dia harus membiarkan Ismael pergi meskipun Abraham mengasihi Ismael.

Abraham mengusir Ismael yang pada waktu itu berumur sekitar 15 tahun dan Hagar ibunya dan membiarkan dia mengembara di padang gurun tanpa harta warisan.  Setelah diusir dari rumah Abraham, Ismael untuk terakhir kalinya melihat Abraham pada waktu memakamkannya. Dan itulah juga terakhir kalinya Ismael dan Ishak bertemu. Dan sejak saat itu mereka berpisah sampai sekarang. Kematian seorang bapa memisahkan mereka selama ribuan tahun dan sekarang pewahyuan tentang Bapa akan mempersatukan mereka kembali dimana akan ada reuni ‘keluarga’  dalam Yesus Kristus.

ALLAH mengasihi semua orang. DIA tidak membeda-bedakan orang. Kita harus memiliki sudut pandang yang benar tentang orang Yahudi dan kaum Kedar.Beberapa orang mengatakan bahwa mereka mengasihi orang Yahudi tetapi mereka tidak menyukai orang Ismael. Mereka tidak mengerti bahwa Ismael adalah pembuka jalan bagi Ishak. Kita tidak dapat mengatakan  mengasihi Israel jika kita  tidak  mendukung Ismael. Jika kita peduli dengan keselamatan Israel maka kita juga akan peduli untuk membuat mata mereka terbuka dengan melihat orang-orang bukan Israel (kaum kedar) diselamatkan untuk membangkitkan kecemburuan Israel untuk melihat Mesias.

Pewahyuan tentang Bapalah yang akan mempertemukan kembali Ismael dan Ishak. Ketika Yesus tergantung di kayu salib kegelapan menutupi bumi. DIA yang tidak mengenal dosa telah menjadi dosa agar kita  dibenarkan oleh ALLAH melalui DIA (Roma 3:22). Itulah mengapa ada suatu kekosongan dan jeritan dalam hati kaum Kedar. Ketika mereka datang kepada kasih Bapa, kekosongan dan jeritan hati merekapun berakhir. Kaum Kedar akan membawa pewahyuan tentang Bapa karena mereka adalah orang yang paling tahu bagaimana rasanya ditolak oleh seorang bapa. Mereka tahu bagaimana rasanya hidup mengembara di padang gurun rohani selama 4.000 tahun sebelum akhirnya menemukan pengertian tentang siapa Bapa itu.

Kemudian kaum Kedar akan pergi kepada orang Israel untuk memberitakan kepada mereka tentang siapa Bapa. Yesus mengatakan bahwa DIA datang untuk mengungkapkan tentang  Bapa. Galatia 4 menulis bahwa DIA telah memberikan Roh AnakNYA ke dalam hati kita yang berseru kepada Bapa. Roh Anak berseru “Abba Bapa” dalam hati kita. Roh Bapa dalam hati kita mengungkapkan tentang Anak dan Roh Anak mengungkapkan tentang Bapa. Ketika kita datang kepada Yesus, Bapa menarik kita untuk mendekat dengan Roh-NYA. Saya percaya bahwa Ismael akan sampai kepada suatu pewahyuan tentang Bapa dan ia akan membawa itu kepada Israel.

Tidak ada yang dapat menyangkal adanya jeritan dalam hati manusia. Roh Allah tahu persis bagaimana cara menguasai hati manusia dan DIA tahu bagaimana membawa hati itu untuk datang mendekat karena DIA mengait jeritan hati itu dan menariknya dengan Roh Allah.

ALLAH akan mendengar jeritan kaum Kedar pada masa kini. Jeritan terdalam Ismael adalah untuk dikasihi oleh seorang bapa dan kebutuhan akan suatu identitas. Tanpa bapa seorang anak tidak memiliki identitas.  Ismael diusir, disingkirkan, ditolak tanpa bapa. Setiap anak laki-laki mempunyai hak untuk menerima warisan dari bapaknya. Hak itu direnggut dari Ismael hingga sekarang jeritan itu masih ada dalam hati kaum Kedar. ALLAH akan membuka mata rohani mereka dan menunjukkan kepada mereka wajah Yesus di sumur air hidup dan akan menjadi Bapa mereka dan memberikan roti hidup bagi jiwa mereka yang haus dan lapar. ALLAH akan memanifestasikan kemuliaan-NYA diantara keturunan Ismael dan menghidupkan nya kembali dalam hadirat Yesus.

Faisal Malick lahir di Pakistan bersama istrinya Sabina memimpin pelayanan  Covenant of Life Ministries  di Alberta Kanada.

(Disadur dari Memahami Hati TUHAN bagi Kaum Kedar)