Mukjizat Kaum Kedar

Oleh: Christine Darg

Diantara para penginjil wanita kepada kaum Kedar adalah Jenny de Mayer (Shaeeda) yang merupakan salah satu dari pahlawan iman saya. Karena tidak bisa pergi lebih jauh dari kota Jeddah dengan Injil pada tahun 1920, ia bernubuat kepada pintu gerbang kota Mekkah, “Berapa lama lagi O Tuhan? Berapa lama lagi sebelum Injil Yesus diproklamirkan di Mekkah?”

Mekah kota kaum Kedar yang paling dipuja, sama sekali tertutup bagi ‘orang kafir’. Sebagai orang percaya dalam Kristus kita tidak diijinkan untuk menginjakkan kaki di kota tersebut. Namun sebenarnya orang Kristen pernah tinggal di Mekah dan Yesus sendiri menampakkan diri secara berkala dalam penglihatan terbuka di Mekah dan di tempat lain di negara Arab Saudi. Saya telah diberitahu tentang beberapa kesaksian dari kaum Kedar yang telah mengalami perjumpaan dengan Yesus di kota Mekah dan mereka telah menjadikan Dia sebagai Tuhan atas hidup mereka.

Sejak masa kecil saya sudah tertarik dengan wilayah Sahara di Afrika dan dengan orang-orang Arab di padang pasir. Tokoh-tokoh di Alkitab dan kisah Lawrence of Arabia sangat menarik bagi saya. Tuhan mencangkokkan keluarga kami ke Yerusalem, dimana sebuah pintu khusus terbuka bagi saya untuk memberitakan Injil kepada sekelompok tentara Israel dua kali seminggu ketika mereka mengunjungi Christ Church di dalam Pintu Gerbang Jaffa. Banyak tanda ajaib dan mujizat terjadi. Seorang wanita separdi yang bungkuk disembuhkan di jalan Prophet Street. Seorang haji Palestina yang menderita kanker paru-paru stadium akhir disembuhkan.

Kaum Kedar adalah masyarakat yang berorientasi kepada keluarga. Mereka sering kali ada di rumah dan memiliki waktu untuk bercakap-cakap. Tidak seperti gaya hidup orang Barat yang kacau dimana keluarga-keluarga tidak lagi makan bersama-sama. Keramahtamahan Arab menuntut mereka untuk meluangkan waktu dengan tamu. Seringkali dibutuhkan waktu yang cukup lama dalam penginjilan persahabatan sebelum ada yang dapat dibimbing kepada Yesus.

Di lain pihak kita tidak boleh terjebak ke dalam pola pikir bahwa diperlukan waktu yang terlalu lama untuk membangun hubungan sebelum beberapa orang Kedar dapat diselamatkan. Saya telah berdoa dengan beberapa orang Kedar untuk menerima Yesus tidak lama setelah mengenal mereka. Terkadang mereka telah berdoa dengan saya untuk menerima Yesus pada pertemuan pertama dan ini karena kuasa ilahi ikut berperan juga.
Di Betlehem dimana kami mengadakan ibadah penginjilan, terkadang kaum Kedar diselamatkan dengan segera melalui tanda-tanda supranatural, sementera dengan yang lain masih dibutuhkan waktu untuk membangun kepercayaan. Tapi hal-hal supranatural turut berperan dalam setiap kasus. Roh Kudus dan mujizat memainkan peran ilahi. Karena jika tidak maka kekristenan akan terlihat tidak memberikan kehidupan, tidak ada semangat dan hanya ‘agama lain’ saja.

Bertahun-tahun yang lalu, kami mengadakan ibadah kesembuhan di sebuah hotel di Acre, Israel bagian Selatan. Dan orang-orang Arab yang hadir rebah di bawah kuasa Roh Kudus ketika kami berdoa untuk mereka. Kami tidak pernah berusaha memaksa orang-orang dari budaya manapun untuk rebah, Tapi mereka itu dikuasai oleh hadirat Tuhan.
Pada kesempatan lain, ketika pelayanan kesembuhan di puncak Bukit Zaitun, urapan Roh Kudus sangat kuat sehingga banyak orang tidak dapat menahannya. Tuan rumah kami, seorang Kedar, harus menggotong orang-orang itu keluar tenda, tempat yang kami sewa. Seorang Kedar bernama Mohammed menaruh imannya dalam Yesus malam itu sebagai hasil dari orang yang rebah dalam kuasa Allah. Mohammed memberitahu kami bahwa ia tidak pernah melihat tanda ajaib dan mujizat seperti itu di dalam mesjid.

images

Kesaksian dari seorang Arab yang sangat saya kenal selama hampir dua puluh tahun adalah contoh lain dari pencurahan Roh Kudus yang penuh anugerah di Timur Tengah melalui mimpi dan penglihatan. Selama bertahun-tahun sebelum kematiannya, Ali adalah seorang penjaga di Bukit Zaitun dan ia menjadi salah satu mitra doa yang berharga dalam pelayanan kami.

Sering kali Ali bersyafaat bagi kami ketika kami sedang berkotbah di tempat-tempat yang berbahaya. Ia dengan sabar melayani Yesus meskipun ia tinggal di sebuah rumah sederhana dan disalahmengerti oleh banyak keluarganya, dan ia melewati banyak penganiayaan dan rasa sakit yang dalam. Tapi Tuhan melalui banyak karunia mimpi dan penglihatan menghibur dia. Beberapa tahun yang lalu saya bermimpi dimana saya melihat Ali tenggelam dan meminta pertolongan. Saya menelepon dia dan mengetahui bahwa ia sudah lumpuh. Saya dengan seorang teman hamba Tuhan mengunjunginya dan memerintahkan ia untuk berjalan lagi dalam nama Yesus. Ali disembuhkan untuk melanjutkan pelayanannya sebagai pendoa syafaat.

Dikutip dari : Mukjizat di tengah-tengah kaum Kedar, oleh Christine Darg.