About elyradia

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati maka kamu akan diselamatkan. (Roma 10:9).

2014 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2014 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

A San Francisco cable car holds 60 people. This blog was viewed about 2,800 times in 2014. If it were a cable car, it would take about 47 trips to carry that many people.

Click here to see the complete report.

Advertisements

Allah Tidak Beranak

“Allah orang Kristen mempunyai anak!” Kalimat ini sudah tidak asing di telinga saya. Sejak saya masih duduk di bangku sekolah dasar, teman-teman Muslim saya sudah sering mengejek iman saya dengan perkataan tersebut.

Walau saat itu saya masih kecil, saya percaya Allah itu satu. Dia tidak mempunyai anak. Tentulah ada alasan tersendiri dibalik iman orang Kristen yang mengatakan Isa Al-Masih adalah Anak Allah. Namun memang, saat itu saya belum bisa menjelaskan apa maksud dari “Isa Al-Masih anak Allah”.

Hanya Manusia Mempunyai Anak, Allah Tidak!

Salah satu naluri yang ada dalam diri manusia adalah mempunyai anak. Memiliki anak merupakan berkat tersendiri bagi seseorang. Bahkan, orang tua yang tidak mempunyai kesempatan untuk memiliki anak kandung, tidak jarang mereka melakukan adopsi. Continue reading

Mengapa Isa Al-Masih Harus Wafat?

Dalam Al-Quran dan Injil terdapat kisah yang sama mengenai Pribadi Yesus Kristus [Isa Al-Masih]. Tetapi, disamping persamaan tersebut, terdapat juga banyak perbedaan. Kematian-Nya adalah salah satu diantaranya. “Benarkah Isa Al-Masih wafat?” Pertanyaan ini juga sering dilontarkan oleh orang Kristen.

Walau Qs 19:33 berkata, “ Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku [Isa Al-Masih], pada hari aku dilahirkan, pada hari aku [Isa Al-Masih] meninggal dan pada hari aku [Isa Al-Masih] dibangkitkan hidup kembali. ” Tapi ayat ini tidak dapat mengubah doktrin Mukmin yang sudah terlanjur menolak kematian Isa Al-Masih.

Lantas bagaimana pandangan sejarawan, teologia, dan ilmu kedokteran tentang fakta kematian Isa Al-Masih? Continue reading

Mukjizat Kaum Kedar

Oleh: Christine Darg

Diantara para penginjil wanita kepada kaum Kedar adalah Jenny de Mayer (Shaeeda) yang merupakan salah satu dari pahlawan iman saya. Karena tidak bisa pergi lebih jauh dari kota Jeddah dengan Injil pada tahun 1920, ia bernubuat kepada pintu gerbang kota Mekkah, “Berapa lama lagi O Tuhan? Berapa lama lagi sebelum Injil Yesus diproklamirkan di Mekkah?” Continue reading

Penting Buat Pendoa Syafaat

Oleh: Eddie & Alice Smith

Sebagian besar karakteristik berikut dapat berlaku juga bagi pelayan Tuhan lainnya, namun disini kami memberlakukannya khusus bagi pendoa syafaat.

Pertama: Sabar.

Mempercayai Tuhan dengan setia dalam segala hal sambil menunggu konfirmasi, membutuhkan kesabaran yang besar. Pendoa syafaat yang dewasa, dipimpin oleh pewahyuan yang diperolehnya, bukan didorong oleh pewahyuan tersebut. Pendoa yang masih ‘amatiran’ cenderung menjadi tidak sabar dengan pewahyuan yang mereka dapat. Segalanya terlihat menjadi sebuah keadaaan darurat. Ketika ini terjadi maka kepanikan mereka dapat membuat orang lain menjadi khawatir juga. Pendoa yang ‘matang’ menyadari bahwa diagnosa bukan berarti penugasan! Continue reading

Posted in DOA

Rekonsiliasi Pendeta & Pendoa

Oleh: Eddie & Alice Smith

Saat itu tanggal 8 Mei 1998 pada acara Light the Nations Conference di Texas Convention Center  di kota Dallas. Suasananya begitu sorgawi ketika kira-kira 7000 orang hamba Tuhan dan  para pemimpin gereja menyanyikan lagu, Higher Ground, yang indah. Setelah bernyanyi, pengkotbah KKR terkenal keturunan Argentina, Edgardo Silvoso, mengundang Barbara Wentroble (seorang pendoa syafaat yang berpengalaman) dan Rich Marshal (pendeta selama 30 tahun) untuk naik ke panggung.

Silvoso menjelaskan adanya perpecahan yang telah melumpuhkan gereja selama bertahun-tahun khususnya perpecahan antara para pendeta dengan para pendoa syafaat dan sudah tiba waktunya untuk bertobat dan saling mengampuni. Continue reading

Tugas Penjaga Tembok / Menara Doa

Oleh: Phil Bennet & Dick Eastman

Pertama: Seorang penjaga, berjaga-jaga!

Tentu saja seorang penjaga tembok kota (atau menara doa kota)  bertugas untuk berjaga-jaga/mengawasi. Ini mengatakan bahwa seorang penjaga harus tetap siaga untuk melihat apa yang harus menjadi fokus doanya. Pada masa lalu, fungsi utama seorang penjaga yaitu menatap jauh ke arah depan ke daerah luas di sekeliling tembok kota untuk melihat bahaya apa yang mungkin datang sebagai ancaman terhadap keamanan kota. Pada masa sekarang, penjaga mengubah bahaya-bahaya ini menjadi fokus untuk doa-doa mereka. Perhatikanlah apa yang dikatakan Firman Tuhan  mengenai berjaga/mengawasi ini : Continue reading