B. Sejarah

Beberapa ahli arkeologi, termasuk Kathleen Kenyon, meyakini Yerusalemsebagai sebuah kota yang didirikan oleh masyarakat Semitik Barat dengan pemukiman yang terorganisir sekitar tahun 2600 SM. Menurut tradisi Yahudi, kota ini didirikan oleh Shem dan Eber, nenek moyang Abraham. Dalam kisah Alkitab, saat pertama kali disebutkan, Yerusalem (dikenal sebagai “Salem”) dikuasai oleh Melkisedek, sekutu Abraham (disamakan dengan Shem dalam legenda). Kemudian, di masa Yosua, Yerusalem berada di teritori suku Banyamin (Yosua 18:28) namun masih dalam kuasa independen orang Yebushingga ditaklukkan oleh Dauddan dijadikan ibukota Kerajaan Israel(sekitar 1000-an SM).Penggalian terkini di bangunan Batu Besar ditafsirkan oleh sebagian ahli arkeologis memberikan kepercayaan pada kisah Alkitab.

Menurut kitab Ibrani, Raja Daud berkuasa hingga 970 SM. Kekuasaannya diteruskan putranya Salomo yang membangun Bait Suci di Gunung Moria. Bait Salomo (kemudian dikenal sebagai Bait Pertama), memainkan perang penting dalam sejarah bangsa Yahudi sebagai tempat singgahnya Tabut Perjanjian. Selama lebih dari 450 tahun, hingga penaklukkan Babilonia di tahun 587 SM, Yerusalem merupakan ibukota politik kerajaan Israel bersatu dan kemudian kerajaan Yehuda dan Baitnya menjadi pusat keagamaan bangsa Israel. Periode ini dikenal dalam sejarah sebagai periode Bait Pertama. Setelah Salomo wafat (sekitar 930 SM), sepuluh suku Utara memisahkan diri membentuk kerajaan Israel di bawah kekuasaan Wangsa Daud dan Salomo, Yerusalem menjadi ibukota kerajaan Yehuda.

Saat bangsa Assyriamenaklukkan Kerajaan Israel di tahun 722 SM, Yerusalem dikuatkan oleh serombongan besar pengungsi dari kerajaan utara. Periode Bait Pertama berakhir sekitar tahun 586 SM, saat bangsa Babilonia menaklukkan Yehuda dan Yerusalem, dan menelantarkan Bait Salomo. Di tahun 538 SM, setelah lima puluh tahun pembuangan ke Babilonia, Raja Persia Koresh Agung mengajak orang Yahudi untuk kembali ke Yehuda membangun Bait. Pembangunan Bait Kedua selesai di tahun 516 SM, selama kekuasaan Darius Agung, tujuh puluh tahun setelah hancurnya Bait Pertama.Kemudian, di tahun ~445 SM, Raja Artaxerxes I dari Persia mengeluarkan dekrit yang mengizinkan kota dan tembok dibangun kembali. Yerusalem kembali menjadi ibukota Yehuda dan pusat peribadatan orang Yahudi. Saat penguasa Makedonia Alexander Agung menaklukkan Persia, Yerusalem dan Yudea jatuh ke tangan Makedonia segera setelahnya jatuh ke kekuasaan Dinasti Ptolemaik dibawah Ptolemy I. Di tahun 198 SM, Ptolemy Vkehilangan Yerusalem dan Yudea dari bangsa Seleukus di bawah Kaisar Antiochus III. Kekaisaran Seleukus  yang berusaha menjadikan Yerusalem sebagai pusat helenisasi menjadi gawat di tahun 168 SM dengan keberhasilan revolusi Makabe Matathias sang Pendeta  Tinggi  dan kelima putranya atas Antiochus Epiphanes, dan terbentuknya Kerajaan Hasmonea edi tahun 152 SM dengan Yerusalem kembali sebagai ibukotanya.

(wikipedia)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s