Andakah Orangnya?

Oleh: Daniel H Pandji

Mengapa hanya orang orang tertentu saja yang bisa menanggapi panggilan Allah untuk beroda? Jawabnya, karena doa menuntut harga yang harus dibayar oleh sang pendoa. Ketika Yesus masih hidup di dunia Ia sendiripun harus membayar harga ketaatan untuk berdoa. Paulus menjelaskan hal ini sebagaimana tertulis dalam Ibrani 5:7-9,

“Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.”

Kalau Yesus saja membayar harga untuk berdoa lewat ratap tangis maka para pendoa juga pasti melewati jalan yang sama. Kesempatan ilahi ini hanya datang melalui ketaatan kepada panggilan Allah. Jika seorang pendoa tidak menyadari harga yang harus dibayarnya maka ia akan menyerah dikarenakan putus asa dengan keputusannya untuk berdoa.

Jadi jika anda menerima hak istimewa dari Tuhan untuk berdoa maka lakukanlah dengan ketaatan yang penuh kepada Tuhan tanpa ada paksaan. Seseorang yang menerima panggilan untuk berdoa pasti merasa senang berdoa dan Allah menghargai pendoa yang demikian.

Bagaimana kita bisa memenuhi panggilan kita untuk berdoa?
Orang yang terpanggil untuk berdoa benar- benar membutuhkan pengurapan dan kuasa Roh Kudus. Doa tidak bisa dinaikkan dari sifat kedagingan seseorang melainkan digerakkan oleh Allah untuk berdoa. Ketika mereka mentaati panggilan Allah untuk berdos maka kuasa doa mereka terlihat hasilnya.

Elia adalah orang yang dipanggil Tuhan bukan hanya sebagai nabi, tetapi juga sebagai seorang pendoa. Ketika ia berdoa maka Tuhan merespon doanya, seperti yang ditulis oleh Yakobus, “Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya.”

Hal ini tampaknya seperti Elia yang memegang kunci langit. Ia mengambil kunci melalui doa,lalu memasukkannya ke dalam gembok dan menguncinya. Langit seakan-akan terkunci dan hujanpun tidak turun selama tiga tahun enam bulan. Setelah masa itu berlalu, Elia mengambil kunci dan membuka kembali gembok langit lalu turunlah hujan.

Sebuah Pangilan Istimewa

Pernahkah anda membayangkan bahwa Tuhan pun melakukan hal yang sama terhadap anda? Ketika anda berdoa maka seakan-akan anda mengambil kunci dan memasukkannya ke dalam gembok lalu menguncinya. Kemudian kunci tersebut digantung di pinggang anda menunggu perintah Tuhan selanjutnya kapan membukanya kembali. Inilah hak istimewa yang dimiliki oleh seorang pendoa.

Jadi seorang pendoa adalah seorang manusia biasa yang dipanggil Tuhan untuk berdoa. Ketika ia berseru kepada Tuhan dalam doa-doanya maka Tuhan segera menanggapinya tanpa berlambat-lambat. Herannya banyak umat Tuhan lebih melihat Elia sebagai seorang nabi dari pada seorang pendoa. Mengapa? Karena pendoa terkadang tidak dikenali oleh manusia. Pendoa hanya mengkhususkan diri dalam urusan dengan Allah sehingga manusia sering melupakannya.

Panggilan berdoa bukanlah suatu  panggilan spesial yang dikhususkan kepada beberapa orang saja namun merupakan suatu tujuan Tuhan agar setiap orang mempercayai Tuhan dalam segala hal. Doa yang semakin dewasa secara rohani bukan doa untuk kebutuhan pribadi melainkan untuk kepentingan orang lain, untuk kepentingan kota dan kepentingan bangsa-bangsa.

Banyak orang menyangka bahwa berdoa bagi bangsa dikhususkan bagi orang yang pintar yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang tinggi. Namun sesungguhnya Tuhan butuh orang-orang sederhana dengan pola pikir yang sederhana bahkan yang tidak mempunyai pengalaman sekalipun. Syarat utamanya adalah bersedia menjadi alat di tanganNya.

Banyak hamba Tuhan yang dalam kehidupannya memiliki masa-masa di bawah tekanan. Tapi justru dalam masa sulit itulah mereka mengandalkan Tuhan dan menggunakan kedua lutut mereka untuk berdoa. Dari situlah mereka menemukan Tuhan dan jawaban doa bahwa kerinduan Tuhan jauh melebihi kerinduan mereka untuk sekedar bertahan dan terlepas dari kesulitan. Namun ada beban yang diberikan kepada mereka yang merupakan beban hati Tuhan sendiri bahkan rencana Tuhan bagi dunia ini agar KerajaanNya dapat didirikan.

 

(sumber:God’s New Wave to you/Metanoia)

Advertisements

Panggilan Allah Bagi Pendoa

Oleh: Daniel Pandji

Hari-hari ini saya dikejutkan dengan suatu kenyataan yang sangat jelas bahwa Tuhan sedang mentransformasi berbagai bangsa dengan caraNYA yang unik dengan tujuan agar KerajaanNya didirikan di bumi.

Saya memerhatikan dengan seksama bahwa kemunculan gerakan doa juga akan membawa banyak kegoncangan dalam berbagai aspek dengan tujuan untuk mempercepat proses KerajaanNya didirikan diatas bangsa-bangsa. Kita bisa melihat bahwa jikalau pondasi doa suatu bangsa runtuh  maka runtuh pula kehormatan bangsa itu. Berbagai krisis akan datang mender dan pada gilirannya akan membawa korban yang begitu banyak.

KRISIS DAN BANGKITNYA GERAKAN DOA

Gerakan doa di Indonesia berkembang pesat pasca berbagai krisis dan bencana alam hebat yang mendera secara beruntun memasuki abad ke-21. Berbagai penganiayaan serta tekanan yang dialami gereja-gereja di berbagai wilayah memunculkan gairah doa untuk berseru mencari pertolongan Tuhan. Bahkan saat ini kita melihat gelombang krisis dengan skala dunia sedang datang. Krisis keuangan, politik, bencana alam, kelaparan, kemiskinan, pemanasan global tidak dapat disangkali akan mendorong datangnya gelombang baru yang besar yaitu gerakan doa secara global yang akan menyapu seluruh dunia.

Gelombang doa yang besar ini akan membawa kebangunan rohani yang hebat di bangsa-bangsa, bukan hanya di gereja tapi juga di dunia kerja, sekolah dan tempat lainnya. Pelatihan doa sangat penting untuk mencetak prajurit doa yang militan serta berwawasan Kerajaan yang memenuhi kerinduan Tuhan sendiri untuk mendirikan kerajaan imam di setiap bangsa.

Dengan anugerah Tuhan, Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan acara akbar bertaraf internasional yaitu World Prayer Assembly (WPA) 2012. Indonesia mendapat kehormatan ini karena Indonesia dipandang memiliki gerakan doa yang unik dan jaringan doa yang paling solid di dunia. Memang benar kita patut berbangga untuk hal ini terlebih lagi, ini merupakan suatu tanggungjawab yang besar dari Tuhan agar Indonesia menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

Dan gerakan doa sendiri sedang memasuki dimensi yang baru yaitu New Wave (gelombang baru) yang menjadi tema dari WPA 2012. Kita akan melihat gelombang baru yang dahsyat seperti tsunami rohani yang melanda seluruh dunia melalui Indonesia. Anak kecil, generasi muda dan dunia kerja akan dipenuhi dengan gelombang doa orang-orang kudus serta gerakan takut akan Tuhan sehingga transformasi bangsa-bangsa akan sungguh terjadi.

Kita harus merespon waktu lawatan Tuhan ini dengan segala kerendahan hati dan dengan kerelaan untuk menjadi yang sulung bagi yang lain. Anak sulung adalah mereka yang berfungsi membuka rahim dan anak Tuhan sendiri ( Keluaran 13:2).

Gelombang doa mulai terasa dan terliht di Indonesia hari-hari ini. Sepuluh atau duapuluh yang lalu jika kita berbicara mengenai doa maka benak kita akan mengacu hanya kepada sekelompok orang tertentu saja. Kita membayangkan sekumpulan kecil orang-orang tua yang sering disebut kelompok pendoa syafaat.

Tetapi sekarang ada gerakan yang luar biasa dimana kumpulan ini berkembang menjadi kumpulan besar yang terdiri dari anak-anak, remaja, pemuda, orangtua dan pengusaha dimana mereka semua begitu antusias untuk berdoa. Gelombang gerakan ini seakan menjadi seprti ‘kanker’ yang menjalar kemana-mana yang menembus batas gender, umur, suku, profesi dan denominasi gereja bahkan letak geografis.

Gerakan doa sedang terjadi dimana-mana bukan hany di kota besar namun di daerah terpencil sekalipun. Allah memanggil setiap umatNya untuk berdoa. Menaikkan doa bukan karena ada tempat yang bagus, bukan karena suasananya yang nyaman. Tetapi berdoa itu menjadi suatu panggilan kudus dari Tuhan dimana pun kita berada, entah di kota ataupun di hutan, entah di pantai atau di gunung-gunung.

Lewat doa kita mengundang Kerajaan Allah turun atas bangsa kita. Mungkin secara fisik kita melihat belum ada perubahan signifikan di Indonesia. Tetapi kita bisa cermati bagaimana Tuhan menjaga, memelihara dan membela bangsa kita. Itu semua karena ada orang-orang yang terbeban berdoa untuk bangsa dan negara Indonesia. Sodom dan Gomora ditunggangbalikkan Tuhan karena tidak didapatiNya ada orang-orang yang berdoa.

PANGGILAN BAGI PARA PENDOA

Dr.Luis Bush, International Director of The AD 2000 and Beyond Movement (1989-2001), yang melayani suku-suku terasing di seluruh dunia berkata, “Indonesia merupakan negara yang saya percaya sedang dijamah Tuhan dengan cara yang sangat unik, di waktu yang tepat untuk mengubah jalannya sejarah. Ini merupakan agenda Tuhan dimana anak-anak dan kaum muda dibawa kembali untuk masuk ke dalam pelayanan doa syafaat.”

Tentunya ini bukanlah suatu pernyataan kebetulan yang diucapkan oleh seseorang yang suka berdoa, karena dia pasti merasakan hal seperti itu dalam hatinya, sehingga ia berani berkata seperti itu.

Meskipun belum sempurna tetapi kita akan melihat bagaimana Indonesia akan dibawa menuju ke suatu tingkat kemuliaan di hadapan Tuhan. Indonesia akan menjadi contoh bagi bangsa-bangsa lain. Maka dari itu, kita sebagai orang-orang Indonesia harus terbeban dan peduli akan hal ini dengan membangun pondasi bangsa yakni pondasi yang sesuai dengan firman Tuhan. Dan gerakan ini menjadi tanggungjawab anak-anak Tuhan yaitu gerejaNya yang ditempatkanNya di Indonesia.

Untuk itu kita harus terlibat dalam gerakan Tuhan ini. Mengapa? Karena John Wesley pernah berkata, “Allah tidak melakukan apapun selain menjawab doa. Doa menggerakkan tangan Tuhan untuk bertindak dan melalui doa, Tuhan membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin.”

Dan bukan hanya Wesley saja yang menekankan hal ini, juga Hallesby yang berkata, “Doa adalah syarat bagi semua pekerjaan dalam Kerajaan Allah. Dengan doa kita menggapai kuasa sorgawi untuk menolong kita dalam ketidakberdayaan kita, kuasa yang dapat menghancurkan benteng-benteng dan membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.”

Itulah alasan kuat bagi kita untuk berdoa karena ketika kita berdoa kuasa Allah akan dimanifestasikan dengan luar biasa sehingga KerajaanNya dapat ditegakkan. Oleh karena itu, Carl Henry menyatakannya dengan penuh keyakinan bahwa, “doa adalah salah satu sarana yang Tuhan torehkan ke dalam kosmos untuk kemajuan tujuan-tujuanNya.”

Gelombang kebangunan rohani adalah gelombang kebersamaan. Kesatuan dan kebersamaan akan membawa suatu kekuatan yang dahsyat. Jika tidak maka ia tidak menghasilkan gelombang yang besar…hanya riak-riak kecil saja yang tidak mempunyai kekuatan yang memberi dampak.

Panggilan utama gereja bukanlah sekedar menjadi organisasi yang saling menonjol satu sama lain. Panggilan utama gereja adalah menjadi bagian dari tubuh Kristus yang saling berhubungan secara harmonis sehingga kita bisa bersatu secara korporat. Disitulah kita yang disebut sebagai umatNya berdoa dan merendahkan diri di hadapan Tuhan karena 2 Taw 7:14 berkata, “… dan umatKU, yang atasnya namaKu disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajahKu, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka AKU akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka serta memulihkan negeri mereka.”

Umat yang dimaksud disini adalah umat Tuhan secara korporat.

(disadur dari buku God’s New Wave to you/Metanoia)

Daniel H Pandji, Fasilitator Jaringan Doa Nasional (JDN); Kordinator Nasional Lumbung Yusuf dan Sekum Panitia WPA 2012.