Gereja Mulai Menyadari Pentingnya Memperhatikan Lingkungan Hidup

Gereja-Gereja yang tergabung dalam World Evangelical Alliance atau yang lebih dikenal dengan gereja-gereja injili, mulai menyadari bahwa masalah lingkungan hidup sangat penting untuk diperhatikan oleh anggota jemaat mereka. Untuk itu, gereja dengan jumlah pengikut lebih dari 600 juta orang di dunia ini, mulai menyusun sebuah kurikulum yang akan diberlakukan di sekolah-sekolah teologi yang berada di bawah pengawasan World Evangelical Alliance.

Demikian dikatakan oleh Sekretaris Jendral World Evangelical Alliance Dr. Geoff Tunnicliffe, dalam konfrensi pers hari ketiga World Prayer Assembly di Sentul International Convention Center, Sentul, Jawa Barat (16/5). Ia didampingi oleh Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Injili Indonesia Pdt. Dr. Nus Reimas dan Chairman World Prayer Assembly Pdt. Dr. Bambang Wijaya.

Geoff menjelaskan, belum lama ini World Evangelical Alliance telah membentuk sebuah task force untuk mulai menggali dan memperdalam hubungan antara iman Kristen dan lingkungan hidup. Sebagai langkah awal, task force (gugus tugas) ini telah mengeluarkan tiga pernyataan penting yang berhubungan dengan lingkungan hidup.

Pertama, gereja-gereja injili menyadari bahwa Tuhan Allah adalah Allah semesta alam. Dialah yang menciptakan alam semesta dengan segala isinya dan Dia melihat semua itu baik adanya. Karena Allah melihat semua itu baik adanya, maka sudah seharusnya, jika manusia pun sebagai karya ciptaNya yang termulia, memperhatikan dan melestarikan semua karya cipta Allah itu.

Kedua, mengakui bahwa umat manusia telah menggunakan ciptaan Allah itu secara tidak bertanggungjawab, sehingga banyak ciptaan mengalami kehancuran. Untuk itu, gereja mengajak setiap umat manusia untuk bertobat dan mulai memanfaatkan ciptaan Allah secara bertanggungjawab dan lestari.

Ketiga, gereja-gereja injili menyerukan kepada setiap umat Kristen di mana saja berada untuk melakukan langkah nyata bagi perbaikan lingkungan hidup.

Langkah nyata yang akan dilakukan oleh World Evangelical Alliance adalah menyusun kurikulum lingkungan hidup, yang nantinya akan diterapkan di sekolah-sekolah teologia. “Selama ini, pendidikan di teologia hampir tidak membahasa masalah lingkungan hidup. Makanya banyak calon pendeta yang tidak mengerti masalah lingkungan hidup. Melalui kurikulum ini, kami harapkan para calon pendeta itu kelak menjadi agen of change yang akan turut serta membuat lingkungan hidup kita lebih baik,” tegas Geoff.

Pada bagian lain Pdt. Dr. Nus Reimas mengatakan, gereja-gereja injili di Indonesia sudah mulai melakukan aksi peduli lingkungan hidup dengan menanam pohon di beberapa kota di Indonesia. “Dalam WPA kali ini pun, kami akan mendorong para peserta untuk melakukan tindakan nyata bagi perbaikan lingkungan di tempat mereka masing-masing. Misalnya dengan tidak membuang sampah ke dalam sungai,” tegas Nus Reimas.**

 

sumber: media center WPA 2012

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s