Kegerakan Menuju Kesatuan

PDT.DR.BAMBANG H WIDJAJA

Pertama-tama perlu dipahami bahwa WPA 2012 ini bukanlah pekerjaan satu orang namun pekerjaan bersama dari panitia yang terdiri dari berbagai gereja dan lembaga pelayanan di Indonesia.  Penyelenggaraan WPA 2012 dipercayakan oleh masyarakat internasional bukan hanya kepada panitia nasional tetapi terlebih lagi kepada gereja-gereja di Indonesia. Singkat kata, WPA 2012 merupakan hajatan dari seluruh gereja-gereja di Indonesia.

Kita akan menerima 3000 orang delegasi dari 200 negara, selain ribuan peserta dari Indonesia sendiri. Saya sangat berterimakasih karena dari sejak awal ketiga lembaga aras gerejawi nasional yaitu PGI, PGLII dan PGPI bukan hanya menyatakan dukungannya namun juga terlibat langsung dalam persiapan penyelengaraan WPA 2012 ini. Hal ini menandakan bahwa gereja gereja di Indonesia bersatu hati untuk mengemban kepercayaan yang sangat besar ini.

Saat ini Indonesia dinilai sangat berpengalaman dalam menyelenggarakan acara akbar dengan skala internasional. Tingkat keberhasilan WPA 2012 pasti akan sangat baik dan dunia akan mencatat Indonesia sebagai negara penghasil ‘api’ untuk dunia.  Namun itu tidak penting, yang penting adalah apa yang akan terjadi pasca digelarnya acara ini.

Kita sudah sering mengadakan event yang berskala besar namun yang kita inginkan melalui WPA 2012 ini adalah akan terbangun momentum gerakan rohani yang melanda seluruh dunia. Oleh karena itu kita berharap dalam WPA 2012 ini terbangun jaringan dan sinergi yang lebih besar di antara gerakan- gerakan doa yang terjadi di berbagai penjuru dunia. Melalui jaringan inilah gerakan kebangkitan rohani yang disulut di WPA 2012 ini diselenggarakan bukan oleh satu kelompok atau aliran gereja tertentu namun semua spectrum gereja di Indonesia ada di dalamnya dan secara formal PGI, PGLII serta PGPI berada dalam kepanitiaan baik pada tataran kebijakan maupun operasional.

Ada banyak tantangan di depan yang masih harus dilakukan yakni agar api WPA 2012 ini semakin tersebar luas ke gereja-gereja di berbagai daerah di Indonesia,sehingga WPA 2012 ini bukan sekedar suatu kegiatan yang terjadi di Jakarta, namun merupakan suatu gerakan doa transformative yang terjadi di akar rumput yaitu di seluruh gereja-gereja di Indonesia. IPA (International Prayer Assembly) diselenggarakan di Korea Selatan pada tahun 1984 dan dampaknya di berbagai negara lahir dan tumbuh jaringan-jaringan doa nasional.

Panitia nasional WPA 2012 menyakini bahwa melalui acara ini nanti akan dihasilkan dampak positip yang nyata bukan hanya bagi gereja-gereja di dunia namun terlebih lagi bagi perdamaian sejati atas dunia yang semakin carut marut ini. Panitia sendiri merupakan kerjasama antara gereja gereja di Korea yang telah menjadi tuan rumah IPA 1984. Dan anggota panitia internasional  WPA 2012 adalah para wakil dari lembaga-lembaga gerejawi sedunia dan jaringan-jaringan doa dari lima benua.

Akhirnya seruan kami bagi gereja-gereja di Indonesia adalah: “Mari kita sambut kepercayaan Tuhan yang sangat besar bagi gereja di Indonesia ini, sebaik mungkin, yakni dengan mulai mengobarkan api doa di gereja kita masing-masing serta bersedia bergandengtangan membangun kesehatian dan kesatuan di antara gereja di wilayah kita masing-masing. Kedua hal itu, gerakan doa dan kesatuan tubuh Kristus akan menjadi kunci  transformasi  dunia.”

(Pdt,Dr.Bambang H Widjaja, Ketua Panitia Nasional WPA 2012; Rektor STT INTI; Sekretaris Majelis Pertimbangan PGI; Ketua Majelis Pertimbangan PGLII).

 

sumber : charisma indonesia

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s