2. Doa Syafaat Penginjilan

Oleh: W. Jahnke
Dari Roma 3:10-19 kita mengetahui bahwa semua orang berada di bawah kuasa dosa, dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah. Firman ini dengan terus terang mengatakan bahwa semua manusia di bawah hukuman Tuhan, karena mereka sudah berbuat dosa (Roma 3:23). Dosa memisahkan manusia dari Tuhan (Yesaya 59:2-3). Tetapi TUHAN tidak membiarkan hal ini, tetapi mengirim Anak-Nya yang membayar untuk orang durhaka dalam dunia ini dengan darah-Nya (Roma 3:24). Berita ini harus disampaikan kepada mereka yang belum mengerti rahasia keselamatan Tuhan, dan ini merupakan tanggung jawab kita.

Selain pergi kepada mereka, doa syafaat mempunyai satu peranan yang ikut menentukan dalam menjangkau mereka yang terpisah dari Tuhan. Tokoh-tokoh Alkitab memberikan contoh kepada kita bagaimana mereka mendoakan bangsa dan suku bangsa yang sudah menyeleweng dari jalan yang benar seperti :

  • Musa (Mzm. 106:23), Samuel (1Sam. 12:23; 15,11; Mzm. 99:6), Yesaya 64, jawaban doanya di Yes. 65:1, Daniel 9, Nehemia 1:4-11; 9:1-37. Yesus dan Rasul Paulus pun banyak berdoa syafaat.

Doa syafaat buat suku-suku terabaikan merupakan satu keharusan buat seorang Kristen, tetapi bagaimana cara berdoa bersama buat penginjilan?

Vision
Perlu ada visi dan pengertian yang dalam tentang doa syafaat. Membaca banyak bagian dalam Alkitab tentang perlunya doa, akan membantu untuk menjadi seorang yang bisa terjun ke dalam doa syafaat. Apalagi dipelajari bagaimana dahsyatnya hukuman Allah atas mereka yang tidak selamat (“Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup” Ibrani 10:31 – dan banyak ayat lain di kitab-kitab nabi di Perjanjian Lama), kita akan dipenuhi dengan belas kasihan untuk mereka yang tidak mempunyai harapan. Firman Tuhan menjadi rangsangan untuk berdoa syafaat.

Janji-Janji Tuhan
“Bukalah mulutmu untuk orang yang bisu, untuk hak semua orang yang merana. Bukalah mulutmu, ambillah keputusan secara adil dan berikanlah kepada yang tertindas dan yang miskin hak mereka” (Amsal 31:8-9).

Suku-suku bangsa jauh dari Tuhan, tidak bisa membuka mulutnya dan menyebutkan nama Yesus, karena itu kita yang mengenal Yesus harus berseru buat mereka, supaya mereka dapat mendengar firman yang dapat menyelamatkan mereka dari berbagai ikatan. Mereka secara rohani merana dan tertindas, kita harus berseru kepada Tuhan, agar mereka diselamatkan (Roma 10:13).

Sebelum Yesus datang kembali, Injil Kerajaan harus diberitakan lebih dahulu kepada semua suku bangsa. Matius 24:14 menulis, “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” Hanya lewat berita ini mereka mendapat kesempatan untuk bertobat. Kita mau memegahkan Yesus atas semua penduduk di antara suku-suku terabaikan di Indonesia. Yesus Kristus sudah mati untuk mereka semua, Ia sudah membayar dengan penuh, semua kuasa yang ada di antara mereka sudah dikalahkan oleh Yesus. Meskipun kita tidak mengetahui dengan rinci tentang sebagian suku-suku terabaikan, tetapi kalau kita meletakkan nama Tuhan atas mereka (seperti dahulu para imam di Bilangan 6:27), Tuhan akan mulai bekerja di tengah mereka, supaya mereka akan mengenal jalan keselamatan untuk mereka sendiri.

Langkah-langkah Praktis untuk Doa Syafaat
Perlu seorang pemimpin yang memiliki visi yang jelas untuk berdoa syafaat buat suku-suku terabaikan. Buatlah pokok doa tertulis, supaya waktu tidak habis untuk penjelasan yang terlalu panjang. Sangat menolong, kalau semua peserta doa mempunyai pokok doa di tangannya. Sambil berdoa mereka dapat membacanya.

Tempatnya bisa di kantor, di sekolah/kampus, di rumah antara tetangga, gedung gereja, di luar di bawah pohon dll.

Waktu: Bisa dipakai waktu luang di kantor atau sekolah/kampus, para tetangga bisa bertemu sebelum pergi ke tempat kerja, siang hari pada waktu istirahat, atau malam hari, bisa singkat saja atau dua tiga jam lamanya.

Apabila waktu doa agak lama, perlu bahan pokok doa lebih banyak. Jika tidak, para pendoa tidak tahu lagi mau mendoakan apa. Akan lebih baik kalau dibuat beberapa sesi, di mana setiap sesi dengan pokok doa tersendiri. Sesudah 15-20 menit, pemimpin mengangkat suaranya sebagai tanda sesi ini sudah selesai, sesudah itu ia mengumumkan bagian pokok doa berikutnya yang sudah ada di tangan para peserta. Dengan demikian, tidak perlu ada penjelasan panjang lebar, sehingga mereka dapat langsung berdoa lagi. Lewat cara ini akan lebih menghemat waktu!

Untuk doa dalam Persekutuan Doa (PD), kalau kelompok cukup besar, lebih baik dibuat beberapa kelompok kecil yang duduk berdekatan (2-4 orang) dan mendoakan pokok doa dengan setengah suara secara bergiliran. Dalam PD tidak perlu panjang lebar Pendalaman Alkitab (PA) dan nyanyian, cukup beberapa ayat Firman Tuhan sebagai janji dan rangsangan dalam doa syafaat. Biarlah doa merupakan bagian yang paling penting dan paling utama.

Supaya doa syafaat sesuai kebutuhan, jalinlah hubungan dengan para pekerja misi di garis depan, dengan demikian para pendoa mendengar apa yang perlu didoakan. Cari juga informasi dari koran dan majalah yang sering membawa berita dari daerah, suku bangsa, dan dari banyak negara.

Bertekunlah dalam doa. Dalam doa syafaat penginjilan, seringkali hasilnya tidak kelihatan dalam waktu singkat. Diperlukan ketekunan sampai benteng Iblis dibongkar (1Tes. 5:17; Rm. 12:12). Berdoalah secara terus-menerus sampai ada hasil yang nampak (Luk. 18:1-8), lihat Abraham (Rm. 4:18-21). Di ruang doa dan rumah sendiri pasanglah peta-peta dunia dan daerah-daerah, gambar-gambar dari suku yang sudah diadopsi dan pokok doa singkat, supaya kapan saja melihatnya kita diingatkan kembali.

Apa yang Menjadi Halangan untuk Terjun Dalam Doa Syafaat?

TIDAK ADA WAKTU

Gunakanlah waktu dengan bijaksana! Firman Tuhan di Efesus 5:16, “pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” Kemudian di Mazmur, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mzm. 90:12).

Pengalaman saya, kalau mengundang orang Kristen untuk menghadiri persekutuan doa, seringkali mendapat jawaban, “Saya tidak ada waktu!” Sebenarnya jawaban ini tidak tepat, karena tidak ada orang yang tidak mempunyai waktu. Semua orang mendapat setiap hari 24 jam, tidak ada yang lebih dan juga tidak ada yang kurang daripada itu. Yang menjadi masalah, bagaimana 24 jam dibagi dengan sekian tugas dan tuntutan yang ada. Ada sekian jam di mana orang lain yang menentukan buat kita, dan ada sekian jam di mana kita bisa mengatur sendiri dengan bebas.

Yang menjadi pokok adalah prioritas yang diberikan pada sekian tugas dan tuntutan yang ada. Saya mempunyai kesan, doa syafaat sering mendapat prioritas yang paling bawah. Tanggapan orang seringkali adalah, “Saya mempunyai banyak tugas, ada acara lain dan sebagainya.” Kalau semua yang lain sudah selesai dan masih ada waktu tertinggal, baru orang ini siap untuk mengambil bagian dalam doa syafaat. Tetapi biasanya tidak ada waktu yang tertinggal, dengan demikian, persekutuan doa, apalagi doa syafaat untuk penginjilan tidak ramai dikunjungi. Secara praktis ini berarti seolah-olah orang mau berkata, “Yang lain lebih penting dari pada doa.” Meskipun secara langsung tidak berani mengungkapkan ini.

Kalau kita mengatakan, “Saya sibuk, karena itu tidak ada waktu tertinggal untuk berdoa,” ini berarti kita lebih sibuk daripada yang Tuhan perintahkan kepada kita, dengan kata lain, kita melibatkan diri dengan tugas yang tidak dipercayakan-Nya kepada kita. Tidak mungkin Tuhan memperkerjakan seorang Kristen sedemikian rupa, supaya tidak ada lagi waktu untuk berdoa.

KURANG ADA INFORMASI

Kita tidak bisa mendoakan sesuatu yang kita tidak mengetahuinya. Paulus bisa berdoa untuk kota Kolose dan daerah lain yang ia tidak kenal, karena ia mendapat informasi dari situ (Kol. 1:9; 4:12), dan segera sesudah Paulus mendapat informasi ia langsung terjun dalam doa syafaat (Kol. 2:1-3). Pada masa kini sebenarnya tidak terlalu sulit untuk mendapat informasi, yang penting, apakah si pendoa mau mencari informasi. Berbagai lembaga misi yang ada merupakan salah satu sumber informasi buat penginjilan di antara suku-suku terabaikan. Dalam surat kabar, majalah umum, perpustakaan dan korespondensi juga terdapat berbagai informasi yang dapat menjadi pokok doa agar orang setia dalam berdoa syafaat.

KEROHANIAN PUDAR/SEGAN BERDOA

Ini merupakan masalah utama, kasih pertama sudah hilang. Perintah di Mazmur 105:4, “Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!” merupakan satu tugas yang menjadi berat, di mana kepedulian terhadap nasib kekal orang lain sudah hilang. Di sini “dekat dengan Tuhan” harus dipulihkan kembali lebih dahulu, baru seorang Kristen dapat terjun dalam pelayanan doa syafaat.

TIDAK DIPROGRAMKAN

Kalau waktu dan kesempatan untuk berdoa syafaat tidak dijadwalkan, maka tidak akan pernah ada waktu, karena telah terpakai untuk mengerjakan hal lain. Karena banyak orang Kristen hidup tanpa program, maka mereka juga jarang berdoa secara intensif; jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan lewat begitu saja.

Seringkali dalam persekutuan yang dinamakan persekutuan doa, waktu dihabiskan dengan banyak cerita, nyanyian panjang yang melelahkan dll, sesudah itu hanya sedikit waktu tertinggal sehingga gairah orang untuk berdoa sudah hilang. Yang paling utama dalam persekutuan doa adalah doa syafaat. Kuasa Iblis mengganggu, karena ia tidak senang kalau orang Kristen berdoa syafaat. Kalau ada perasaan tidak mau berdoa, justru harus berdoa, karena perasaan ini merupakan serangan Iblis. Dalam nama Tuhan semua gangguan dan serangan Iblis harus dilawan, darah Yesus lebih kuat.

Bagaimana Respons Kita?

Mari kita menjadi sama dengan pengintai di Yesaya 62:6-7,

  • “Di atas tembok-tembok, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi.”

Yerusalem melambangkan jemaat yang beranggotakan dari semua suku di seluruh bumi. Tugas kita di Mazmur 105:1, “Bersyukurlah kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya,” dan Mazmur 96:3, “Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa- bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa.”

Kita mendapat satu hak istimewa untuk melihat penggenapan dari Mazmur 72:19, ” Dan terpujilah kiranya namaNya yang mulia selama-lamanya, dan kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi. Amin, ya amin.”

“And blessed be His glorious name forever! And let the whole world be filled with His glory . Amen and Amen.” (Psalm 72:19).

 

(sumber:pendoablogspot)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s